Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Ditargetkan Tumbuh 5,4%
Jumat, 9 Juni 2017 | 16:02 WIB
Jakarta- Kementerian Perindustrian (Kemperin) menargetkan pertumbuhan industri kimia, tekstil dan aneka (IKTA) akan mencapai 5,4 persen sepanjang tahun 2017. Capaian ini didorong investasi dan ekspansi.
"Industri kimia memberikan kontribusi pertumbuhan paling besar dibandingkan sektor IKTA lainnya. Apalagi, dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga membuat investasi di sektor ini menarik dan berbagai proyek masih jalan terus," ujar Dirjen IKTA Kemperin Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Jumat (9/6).
Meski secara umum investasi di sektor IKTA yang paling tinggi adalah industri kimia. Namun, saat ini Kemperin juga memacu pengembangan industri lainnya. "Kami terus berupaya meningkatkan daya saing dan produktivitas seluruh industri agar bisa sama-sama maju dan berkembang," jelas Sigit.
Kemperin mencatat, pertumbuhan IKTA pada kuartal pertama tahun 2017 sebesar 5,16 persen atau naik 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Sigit merinci, pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 10,40 persen. "Kemudian industri karet, yakni barang dari karet dan plastik sebesar 7,52 persen, serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 7,41 persen," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kemperin memprioritaskan percepatan pembangunan industri petrokimia di dalam negeri pada tahun 2017. Sebab, sektor strategis ini berperan penting sebagai pemasok bahan baku bagi banyak manufaktur hilir seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetika hingga farmasi.
Airlangga menyebutkan, ada beberapa perusahaan petrokimia yang telah melaporkan kepada dirinya akan segera menanamkan modalnya di Indonesia dalam upaya menambah kapasitas dan membangun pabrik baru. Misalnya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) selaku industri nasional, akan menggelontorkan dana sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 80 triliun sampai tahun 2021 dalam rangka peningkatan kapasitas produksi. Pada tahun ini, perseroan akan berinvestasi sebesar US$ 150 juta untuk menambah kapasitas butadiene sebanyak 50.000 ton per tahun dan polietilene 400.000 ton per tahun.
Kemudian, industri petrokimia asal Korea Selatan, Lotte Chemical Titan akan merealisasikan investasinya sebesar USD 3-4 miliar atau sekitar Rp 52-53 triliun untuk memproduksi nafta cracker dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun. Bahan baku kimia tersebut diperlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene dan produk turunan lainnya.
Pada kuartal pertama tahun 2017, nilai investasi sektor IKTA mencapai Rp 22,17 triliun. Sedangkan, sasaran untuk total nilai investasi tahun 2017 sebesar Rp 152 triliun. Realisasi investasi sektor IKTA tahun 2016 mencapai Rp 122,5 triliun dengan kontribusi sekitar 37,24 persen terhadap pertumbuhan industri pengolahan non-migas nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




