ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menhub Alihkan RoRo Merak ke Natuna Secara Bertahap

Selasa, 4 Juli 2017 | 18:54 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Kapal
Kapal "roll on roll off" (roro). (Antara)

Jakarta- Menteri Perhubungan Budi (Menhub) Karya Sumadi akan mengalihkan kapal roll on roll off (RoRo) yang berada di Pelabuhan Merak (Banten) ke Natuna (Kepri) dan Indonesia bagian timur secara bertahap. Berdasarkan laporan, jumlah kapal RoRo di Merak ada 60 dengan tingkat okupansi hanya 40 persen.

"Oleh karena itu saya tegas minta kualifikasi besaran kapal, kecepatan kapal, dan usia kapalnya dan secara bertahap, akan kita alihkan ke Natuna dan Indonesia bagian timur," ujarnya dalam keterangan tertulis Selasa (4/7).

Sementara terkait pengoperasian kapal RoRo untuk mengurangi beban jalan di jalur pantura, ia menyatakan hal tersebut merupakan inisiasi yang harus didukung. Saat ini sudah ada kapal RoRo trayek Tanjung Priok (Jakarta)- Panjang (Lampung) untuk mengurangi beban jalan raya sekaligus mempersingkat waktu distribusi logistik.

Kementerian Perhubungan juga telah mengembangkan konsep penyeberangan jarak jauh (long distance ferry) lintas Jakarta-Surabaya. "Pada 12 Juli 2017 layanan kapal RoRo Jakarta-Surabaya akan bertambah yang dioperatori PT Jagat Zamrud Khatulistiwa," kata dia.

ADVERTISEMENT

Budi menambahkan, perjalanan darat Jakarta-Surabaya dengan jarak 765 kilometer untuk kendaraan (truk) barang rata-rata ditempuh selama 1,5 hari sampai dua hari, sedangkan apabila melalui laut (kapal) dapat ditempuh selama 1,2 hari (29 jam) dengan kecepatan 15 knot. "Hingga saat ini, terdapat 12.000 truk yang melintasi Jakarta-Surabaya sehingga menyebabkan kondisi jalan cepat rusak dan kemacetan. Karena itu, kapal RoRo menjadi solusi atas permasalahan tersebut," katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, dia mengatakan, penggunaan kapal untuk angkutan logistik lebih ekonomis dibanding menggunakan jalan. Sebab sparepart, ongkos jalan tol dan solar lebih irit, serta terhindar dari pungutan liar di jalan.

Dengan beroperasinya kapal RoRo jarak jauh, dia menambahkan, pergerakan barang ke Pelabuhan Tanjung Priok menjadi meningkat. Dengan begitu, Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional, akan banyak didatangi oleh kapal besar. "Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional juga akan tumbuh, yang tadinya arus kontainernya mencapai enam juta Teus, dalam dua atau tiga tahun ini dapat meningkat menjadi 12 juta Teus," ujarnya.

Sedangkan lintas Surabaya-Lembar kata Menhub, untuk mengurangi beban jalan raya sepanjang pantura dan pulau Bali. Lintasan ini telah dilayani KMP Legundi (5.000 GT) milik PT ASDP Indonesia Ferry mulai 1 Desember 2016 dengan jadwal tiga kali keberangkatan dalam dua minggu.

Dia mengatakan sesuai dengan berjalannya program Tol Laut yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, Menhub berharap harga barang menjadi lebih murah di seluruh Tanah air. "Saya berdiskusi dengan teman-teman di Tual dan Saumlaki, mereka senang karena mempunyai opsi untuk berdagang dan mendapatkan barang dengan harga murah," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenhub Audit Green SM, Sanksi Tegas Menanti

Kemenhub Audit Green SM, Sanksi Tegas Menanti

NASIONAL
Kabar Gembira! Water Taxi Bali Mulai Dibangun Agustus 2026

Kabar Gembira! Water Taxi Bali Mulai Dibangun Agustus 2026

BALI
Menhub Minta Truk Logistik Taat Aturan Jelang Puncak Arus Balik

Menhub Minta Truk Logistik Taat Aturan Jelang Puncak Arus Balik

EKONOMI
Menhub Bantah Truk Mengantre Berhari-hari di Pelabuhan BBJ

Menhub Bantah Truk Mengantre Berhari-hari di Pelabuhan BBJ

BANTEN
Menhub Dudy Imbau Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan

Menhub Dudy Imbau Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan

NASIONAL
Bertemu CEO Maskapai, Menhub Minta Keselamatan Penerbangan Diperkuat

Bertemu CEO Maskapai, Menhub Minta Keselamatan Penerbangan Diperkuat

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon