Kementerian PUPR Terus Bangun Jembatan Gantung
Minggu, 6 Agustus 2017 | 21:09 WIB
Jakarta-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun jembatan gantung untuk mempermudah akses antardesa melintasi sungai dan mendukung kegiatan harian warga desa. Jembatan gantung yang dibangun Kementerian PUPR terutama diperuntukkan untuk pejalan kaki.
Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR, Iwan Zarkasih, di Jakarta, Minggu (6/8), mengatakan, kondisi geologis wilayah Indonesia dengan gunung, lembah, dan sungai yang secara fisik memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk dengan sekolah, pasar, serta permukiman lain, secara alami memerlukan jembatan penyebarangan. "Kebutuhan dasar ini sangat dinanti pada daerah yang terpencil dan belum tersentuh pembangunan," kata dia.
Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. "Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat pedesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antarwarga," kata dia.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, pada dasarnya kewenangan dan tanggung jawab pembangunan jembatan gantung pejalan kaki berada pada pemerintah daerah, khususnya pemerintah kabupaten/kota.
Untuk itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono telah menyampaikan surat kepada para gubernur, bupati, dan wali kota tertanggal 21 Desember 2015 perihal jembatan gantung untuk pejalan kaki yang isinya antara lain adalah agar pemerintah daerah mengutamakan penggunaan anggaran daerah, diantaranya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan dan pemeliharaan jembatan gantung.
Sementara Kementerian PUPR akan memberikan pedampingan dan dukungan teknis yang dibutuhkan pemerintah daerah. "Program ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah daerah mengatasi pembangunan antardesa yang tidak merata, kesenjangan sosial dan kesejahteraan serta pengembangan wilayah tertinggal, dimana akses transportasi antar desa belum terhubung dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas lainnya, serta untuk keperluan mitigasi atau evakuasi bencana," Iwan Zarkasih.
Untuk kriteria lokasi jembatan gantung, meliputi jembatan untuk pejalan kaki yang kondisinya kritis atau bahkan runtuh. Lalu jembatan tersebut digunakan oleh pelajar sekolah dan ekonomi warga antardesa dan menghubungkan minimal dua desa. Kemudian akses memutar bila tidak ada jembatan gantung cukup jauh minimal lima kilometer, dan kondisi jalan akses memungkinkan untuk dapat memobilisasi rangka jembatan gantung.
Sejak 2015, seiring dengan tingginya kebutuhan dan mengingat keterbatasan pendanaan dari pemerintah daerah, Kementerian PUPR berinisiatif membangun jembatan gantung di berbagai provinsi. Selama ini banyak jembatan gantung perdesaan dibangun secara swadaya dengan teknologi sederhana, sehingga dari segi keamanan dan desain kurang layak.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman sebagai sarana penyeberangan masyarakat, sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017, Kementerian PUPR telah dan sedang membangun 32 jembatan gantung di Indonesia dimana dua diantaranya merupakan hibah rangka jembatan kepada pemerintah daerah.
Pada 2015, Kementerian PUPR telah membangun 10 jembatan gantung di Banten yakni Jembatan Kolelet, Jembatan Ranca Wiru, Jembatan Leuwi Loa, Jembatan Cisimeut, Jembatan Cigeulis, Jembatan Cidikit, Jembatan Cicariu, Jembatan Bojong Apus, Jembatan Cihambali, dan Jembatan Cidadap.
Selanjutnya pada 2016, telah dibangun tujuh jembatan gantung di lima daerah dengan dana senilai Rp 50 miliar.
Dari ketujuh jembatan tersebut, satu diantaranya telah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo sehingga sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yakni Jembatan Gantung Galeh sepanjang 90 meter yang menghubungkan Desa Gandurejo dengan Desa Parakan Kauman, Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.
Jembatan lainnya adalah Jembatan Gantung Soropadan sepanjang 90 meter menghubungkan Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung dengan Desa Kalikuto, Kecamatan Grabak, Kabupaten Magelang.
Jembatan Gantung Mangunsuko sepanjang 120 meter yang menghubungkan Desa Mangunsuko dengan Desa Sumber Kabupaten Magelang dan Jembatan Gantung Krinjing sepanjang 90 meter yang menghubungkan Desa Krinjing dengan Desa Paten, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sementara tiga jembatan gantung lainnya yang dibangun pada 2016 adalah Jembatan Guguk Randah sepanjang 120 meter di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jembatan Kali Cipamingkis sepanjang 120 meter di Kabupaten Bogor Jawa Barat, dan Jembatan Gantung Kuning sepanjang 90 meter di Kabupaten Klungkung, Bali.
Pada 2017, Kementerian PUPR tengah membangun 13 jembatan gantung yang tersebar di sejumlah daerah. Sebanyak dua jembatan gantung akan dibangun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yaitu Jembatan Sudisari I sepanjang 60 meter dan Jembatan Glagah, sepanjang 32 meter. Selanjutnya juga dibangun dua jembatan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sepanjang 32 meter dan 72 meter.
Selain itu juga tengah dibangun dua jembatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yakni Jembatan Kradenan dan Jembatan Pulokulon masing-masing sepanjang 90 meter melintasi Sungai Lusi. Sementara juga tengah dibangun masing-masing satu jembatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yakni Jembatan Gadingan diatas Sungai Bengawan Solo sepanjang 120 meter, Jembatan Wanagama sepanjang 42 meter di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta, Jembatan Slada Sungai Pedes sepanjang 32 meter di Brebes, Jembatan Pasir Puncu Sungai Jali sepanjang 60 meter di Purworejo, Jembatan Rahayu sepanjang 72 meter di Kebumen, Jembatan Tanggul Welahan Sungai Parit Raya sepanjang 90 meter di Tulungagung, dan Jembatan Welamusa Sungai Loworea sepanjang 90 meter di Ende Timur, NTT.
Pada tahun 2017 juga dilakukan kerja sama pembangunan dua jembatan gantung di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah menyiapkan lahan dan pondasi jembatan, sementara Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menyiapkan rangka jembatan yang nantinya akan dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu.
Sementara untuk Tahun 2018, Kementerian PUPR akan membangun 17 jembatan gantung. Ke-17 jembatan tersebut tersebar di lima daerah yaitu di Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) sebanyak dua buah, Sumatera Utara sebanyak tiga buah, Kalimantan Tengah sebanyak dua buah, dan Provinsi Banten sebanyak tujuh buah. Sementara untuk Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah akan dibangun masing-masing sebanyak 1 buah. Total panjang ke-17 jembatan mencapai sekitar 900 meter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




