Jonan Resmikan Proyek Kelistrikan 350 MW Rp 6 T
Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:46 WIB
Mataram - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan proyek pembangkit listrik yang tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berkapasitas 350 megawatt (MW) dengan investasi Rp 6 triliun, di Mataram, Jumat (20/10).
Peresmian tersebut dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Sekretaris Daerah Provinsi NTB H Rosyadi H Sayuti, anggota Komisi VII DPR daerah pemilihan NTB H Kurtubi, dan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.
Menteri ESDM Ignasius Jonan, mengatakan pembangkit listrik yang dibangun di NTB dan NTT dalam rangka mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. "Pemerintah berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi yang sudah melebihi 93 persen. Itu sudah luar biasa penigkatannya dan diharapkan terus meningkat menjadi 97 persen hingga akhir tahun 2019," katanya.
Jonan menyampaikan untuk menaikkan rasio elektrifikasi, PLN diperbolehkan membangun listrik desa yang off grid, di luar rencana usaha penyediaan tenaga listrik, sehingga dapat mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi.
Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah dan PLN yang telah bekerja sama dalam proses pembangunan pembangkit listrik tersebut. "Kami sangat berterimakasih pada dukungan bapak Gubernur NTB dan NTT, karena pembangunan ini sangat cepat. Selain itu, tentu kepada PLN yang terus memberikan efisiensi sehingga tarif listrik tidak naik," ujarnya.
Tujuh proyek pembangkit listrik yang diresmikan, yaitu proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Lombok Peaker berkapasitas 150 MW berlokasi di Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram senilai Rp 1,6 triliun dan akan menyerap tenaga kerja 390 orang. Diharapkan akan Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2019. Kedua, proyek PLTMG Bima berlokasi di Dusun Bonto, Kecamatan Asakota, Kota Bima, berkapasitas 50 MW. Total investasi Rp 637 miliar dan akan menyerap tenaga kerja sekitar 300 orang. PLTMG Bima direncanakan akan COD pada Oktober 2018.
Berikutnya, proyek PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW berada di Desa Labuan Badas Kabupaten Sumbawa. Nilai investasinya lebih dari Rp 744 miliar dan akan menyerap tenaga kerja hingga 285 orang. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 2018. Pembangunan PLTU IPP Lombok Timur berkapastitas 2 x 25 MW berlokasi di Desa Padakguar, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur. Total investasinya Rp 1,2 triliun dengan jumlah tenaga kerja terserap sebanyak 1.200 orang pada tahap konstruksi dan 470 tenaga kerja saat operasi dengan persentase 95 persen orang Lombok, dan 85 persen di antaranya adalah penduduk Desa Padakguar.
Proyek PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 MW berlokasi di Dusun Panaf, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Proyek dengan investasi Rp 700 miliar lebih itu ditargetkan selesai pada November 2018, dengan jumlah tenaga kerja yang akan diserap sebanyak 300 orang.
Proyek Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 MW, berlokasi di Dusun Rangko, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Proyek itu menelan investasi lebih dari Rp 427 miliar dan menyerap tenaga kerja hingga 210 orang selama masa konstruksi dan 25 orang selama fase operasi. Proyek PLTMG Maumere berkapasitas 40 MW berlokasi di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka-Flores. Pembangunan pembangkit listrik tersebut menyerap tenaga kerja 285 orang dengan nilai investasi lebih dari Rp694 miliar.
Sementara Direktur Utama PLN Sofyan Basir, menjelaskan kondisi kelistrikan di Indonesia saat ini dalam keadaan yang cukup baik. Pasalnya, tidak ada pemadaman akibat defisit daya pembangkit. Seluruh sistem besar kelistrikan PLN telah mengalami kelebihan daya dan beberapa daerah mempunyai reserve margin lebih dari 30 persen. "PLN saat ini siap melayani permintaan penyediaan tenaga listrik. Kami berharap agar ketersediaan daya yang cukup ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama oleh kalangan industri, katanya.
Menurut dia, program 35.000 MW juga telah mengakomodir tumbuhnya kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri (KI). Dengan dukungan kelistrikan dari PLN, diharapkan industri akan tumbuh dan membawa multiplier effect bagi perekonomian nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




