Menteri Bahlil Targetkan Stop Impor Solar lewat B40
Kamis, 19 Februari 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Impor solar ditargetkan berhenti total pada 2026 seiring implementasi program B40 yang dipercepat pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, penghentian impor tersebut menjadi bagian penting dari agenda swasembada energi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2). Ia menekankan swasembada energi bukan sekadar target administratif, melainkan pekerjaan besar yang membutuhkan terobosan konkret.
“Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada,” ujar Bahlil.
Menurutnya, ketergantungan terhadap impor solar dan energi lainnya mencerminkan belum optimalnya pengelolaan potensi dalam negeri. Salah satu tantangan utama berada pada sektor hulu migas, khususnya ribuan sumur tua yang belum dimaksimalkan produksinya.
“Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain. Dari total 39.000 sampai 40.000 sumur kita, yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle karena sudah tua, nah ini kita kerja samakan,” jelasnya.
Selain optimalisasi sumur tua, Kementerian ESDM juga mempercepat eksekusi sumur yang telah masuk plan of development (POD) serta membuka tender 110 blok migas baru. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pasokan energi domestik agar ketergantungan pada impor solar bisa ditekan secara bertahap.
Bahlil juga menyoroti peningkatan kapasitas kilang dalam negeri sebagai kunci. Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan (RDMP) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 dinilai menjadi momentum penting.
“Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter bensin dan 3,9 juta kiloliter solar. Maka tahun 2026 ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita,” tegasnya.
Program B40 sendiri menjadi instrumen strategis untuk mempercepat kemandirian energi sekaligus mengurangi tekanan devisa akibat impor solar. Pemerintah menargetkan sinergi investasi, teknologi, dan kemitraan swasta berjalan paralel agar penghentian impor solar benar-benar terealisasi dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




