ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil Siapkan Rp 10,3 T untuk Terangi Seluruh Dusun di Indonesia

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53 WIB
MY
MK
Penulis: Muharom Adi Yuliarta | Editor: MBK
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Beritasatu.com/Celvin Sipahutar)

Purworejo, Beritasatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan anggaran sekitar Rp 10,3 triliun pada 2026 untuk mempercepat pemerataan akses listrik di berbagai wilayah Indonesia yang hingga kini masih belum terjangkau jaringan kelistrikan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).

Bahlil mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga saat ini masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik secara memadai.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat program listrik desa (Lisdes) sebagai bagian dari upaya pemerataan energi nasional.

ADVERTISEMENT

Pada 2025, pemerintah telah merealisasikan pembangunan kelistrikan di sekitar 1.361 lokasi yang terdiri atas desa dan dusun dengan total anggaran mencapai Rp 3,6 triliun. Sementara pada 2026, alokasi anggaran ditingkatkan hampir tiga kali lipat menjadi Rp 10,3 triliun.

Menurut Bahlil, kebijakan percepatan elektrifikasi nasional lahir dari diskusinya bersama Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Ide program pemerataan ini muncul ketika saya berdiskusi dengan Bapak Presiden. Saya sampaikan masih ada ribuan desa dan dusun yang belum ada listrik. Negara harus hadir untuk melayani seluruh rakyat,” kata Bahlil saat berdialog dengan warga penerima manfaat program kelistrikan.

Bahlil juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan persoalan akses listrik karena dirinya pernah merasakan hidup tanpa listrik saat kecil di Papua. Ia menyebut baru menikmati listrik saat duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

“Saya juga lahir tidak ada listrik. Belajarnya pakai lampu pelita. Karena itu saya tahu betul bagaimana rasanya hidup tanpa listrik,” ujarnya.

Ia menegaskan akses listrik tidak boleh hanya dinikmati masyarakat di perkotaan, melainkan juga harus menjangkau desa, dusun, hingga wilayah terluar Indonesia.

Menurutnya, persoalan minimnya akses listrik tidak hanya terjadi di kawasan timur Indonesia, tetapi juga masih ditemukan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

“Kita sering berpikir persoalan ini hanya terjadi di Papua atau wilayah timur. Faktanya, di Jawa pun masih ada dusun-dusun yang belum mendapatkan layanan listrik secara penuh,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

NASIONAL
Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

NASIONAL
Program Listrik Desa, Distrik di Papua Barat Kini Terang Benderang

Program Listrik Desa, Distrik di Papua Barat Kini Terang Benderang

NASIONAL
Program Lisdes Targetkan Jangkau Ribuan Desa 'Gelap' di RI

Program Lisdes Targetkan Jangkau Ribuan Desa 'Gelap' di RI

EKONOMI
5.700 Wilayah Masih Gelap, Bahlil Desak Listrik Desa Tuntas

5.700 Wilayah Masih Gelap, Bahlil Desak Listrik Desa Tuntas

EKONOMI
Sambangi Papua, Menteri Bahlil Pastikan Pemerataan Akses Listrik Desa

Sambangi Papua, Menteri Bahlil Pastikan Pemerataan Akses Listrik Desa

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon