Program Listrik Desa, Distrik di Papua Barat Kini Terang Benderang
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Satu tahun Prabowo menjabat sebagai Presiden, sejumlah distrik tertinggal di Papua Barat mulai menikmati akses listrik yang merata. Salah satunya adalah Distrik Iraiweri, Kabupaten Pegunungan Arfak, yang kini setiap malamnya diterangi cahaya lampu dari rumah-rumah warga. Dahulu, hanya lampu minyak yang berkerlip samar atau suara genset yang menggeram dari kejauhan yang menemani malam mereka. Kini, desa tersebut hidup dalam terang.
Elias Inyomusi Anakangi, warga Iraiweri, mengenang masa sulit hidup tanpa penerangan yang memadai. “Dahulu saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api, belajar dengan sumbu dari rotan yang disiram minyak tanah. Itu kami pakai sebagai pelita untuk belajar,” ungkap Elias. Tanpa listrik, warga hanya mengandalkan cahaya bulan dan jalan setapak untuk bergerak di malam hari.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat ada 5.700 desa atau sekitar 6,76 persen dari total desa dan kelurahan di Indonesia yang belum teraliri listrik. Pemerintah menargetkan seluruh desa itu akan memiliki akses listrik pada 2030. “Zaman dulu itu setengah mati, jalan saja jalan tikus. Baru kami semua berjalan di jalan kecil itu,” tambah Elias.
Kini, Distrik Iraiweri telah terang benderang berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi berkapasitas 150 kW. Proyek ini merupakan wujud pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan motor penggerak Kementerian ESDM, menekankan pemerataan akses energi hingga pelosok negeri.
Listrik memberi harapan baru bagi warga; anak-anak bisa belajar lebih lama, ibu-ibu memasak dengan cahaya lampu, dan rumah-rumah menjadi hidup kembali. Sebanyak 40.680 penduduk Kabupaten Pegunungan Arfak kini telah menikmati manfaat listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kampung kami jadi lebih terang. Semua rumah harus dapat listrik agar anak-anak bisa belajar, mama-mama bisa masak dengan lampu. Dengan lampu seperti ini, anak-anak kami bisa belajar, pintar, bersaing dengan suku-suku lain,” ujar Elias.
Melalui tangan dingin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pembangunan PLTMH Anggi di Kampung Upper, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak menjadi contoh nyata program dedieselisasi pembangkit, menggantikan energi diesel dengan pembangkit energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan. PLTMH ini dibangun sejak 2022 dan kini melayani kebutuhan listrik seluruh warga distrik.
Menteri ESDM Bahlil menegaskan komitmen pemerataan akses listrik, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program Listrik Desa (Lisdes) periode 2025–2029 menargetkan elektrifikasi 5.758 desa yang belum terlayani PLN, mencakup pembangunan infrastruktur listrik perdesaan dan penyambungan listrik untuk sekitar 1,2 juta rumah tangga. Target ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034.
“Target Bapak Presiden Prabowo sekitar 2029–2030, semua desa harus sudah terlayani listrik. Saat ini masih ada 5.700 desa yang belum memiliki listrik. Negara harus hadir untuk memastikan, dan kita harus memasang listrik bagi saudara-saudara kita,” ucap Menteri Bahlil.
Dengan capaian ini, 1 tahun Prabowo telah menorehkan bukti nyata bahwa pemerataan energi kini hadir hingga pelosok Papua Barat, menjadikan distrik tertinggal kini terang benderang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




