Listrik Desa Masuk Kiku Wanggarara, Warga Sumba Bersyukur
Minggu, 21 Desember 2025 | 10:36 WIB
Sumba, Beritasatu.com - Malam hari dahulu terasa lebih cepat menyelimuti Dusun Kiku Wanggarara, Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur. Begitu matahari tenggelam, kegelapan langsung menyelimuti rumah-rumah warga. Selama puluhan tahun, aktivitas malam hari hanya bergantung pada lampu minyak yang sekadar memberi cahaya temaram, tanpa benar-benar menghadirkan kenyamanan hidup.
Kepala Dusun Kiku Wanggarara Yustinus Dapa Umbu (36), mengaku tidak pernah menyangka wilayahnya kini telah menikmati aliran listrik melalui program listrik perdesaan (Lisdes) yang dijalankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat di daerah terpencil.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar pada malam hari dan perekonomian warga perlahan bisa meningkat,” ujar Yustinus dalam keterangannya.
Ia mengenang masa ketika warga harus hidup dengan keterbatasan penerangan. Jika persediaan minyak habis, malam pun sepenuhnya gelap. Kondisi cuaca juga kerap menjadi kendala bagi anak-anak untuk belajar.
“Kalau minyak habis, ya gelap. Saat hujan turun, anak-anak tidak bisa belajar. Semuanya sangat terbatas,” tuturnya sambil menatap lampu listrik yang kini menerangi rumah-rumah warga.
Harapan yang lama dinanti itu akhirnya terwujud melalui Program Lisdes Tahun Anggaran 2025. Jaringan listrik kini menjangkau Dusun Kiku Wanggarara, membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat setempat.
Kisah dusun ini menjadi gambaran nyata dampak Program Lisdes 2025 dalam meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah terluar dan terpencil. Dari penerangan seadanya, kini cahaya listrik hadir sebagai simbol harapan dan awal masa depan yang lebih baik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemerataan akses listrik saat meresmikan 55 proyek energi baru terbarukan di PLTP Ijen, Bondowoso, Kamis (26/6/2025). Menurutnya, listrik bukan sekadar infrastruktur, melainkan fondasi utama bagi peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Saya memastikan listrik akan hadir di seluruh desa di Indonesia secepat-cepatnya. Itu adalah tekad saya sebagai Presiden Republik Indonesia. Target saya, dalam empat tahun seluruh desa di Indonesia sudah mendapat akses listrik,” tegas Prabowo.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan hingga kini masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik. Melalui percepatan Program Lisdes, pemerintah berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan energi nasional.
“Saat ini Kementerian ESDM menjalankan Program Listrik Desa sesuai arahan Presiden Prabowo agar seluruh desa di Indonesia dapat menikmati listrik pada 2029 hingga 2030,” kata Bahlil.
Melalui percepatan Program Lisdes, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan aktivitas ekonomi desa, serta pemerataan akses energi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




