Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syarat dari Bahlil
Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:13 WIB
Purworejo, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, bisa terjadi apabila harga minyak dunia terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu ke depan.
Bahlil menjelaskan, harga BBM nonsubsidi berbeda dengan BBM subsidi yang ditetapkan pemerintah. Harga Pertamax dan jenis BBM nonsubsidi lainnya mengikuti mekanisme pasar, sehingga dapat disesuaikan dengan perkembangan harga minyak mentah dunia dan faktor keekonomian lainnya.
"Kalau harganya memang potensinya turun, pasti akan dilakukan penyesuaian dengan harga itu," ujar Bahlil saat kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika pasar energi global yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut sebelumnya sempat mendorong kenaikan harga minyak dunia akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan distribusi energi.
Meski demikian, Bahlil memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap harga BBM subsidi. Pemerintah menjamin harga Pertalite dan LPG subsidi tetap stabil selama harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih berada di bawah US$ 100 per barel.
Menurut Bahlil, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Karena mengikuti mekanisme pasar, harga BBM nonsubsidi dapat turun apabila harga minyak dunia bergerak melemah setelah sebelumnya mengalami kenaikan.
"BBM yang nonsubsidi mengikuti harga pasar. Kalau harga minyak dunia turun, tentu ada ruang untuk penyesuaian ke bawah," kata Bahlil.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau sejumlah faktor yang memengaruhi harga BBM, mulai dari pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga biaya distribusi.
Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan harga energi tetap mencerminkan kondisi pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
"Kalau memang ada ruang penurunan harga, pasti akan kita sesuaikan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




