Bangun Kilang Tuban, Pertamina-Rosneft Tanda Tangani Perusahaan Patungan
Selasa, 28 November 2017 | 14:27 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Rosneft Oil Company asal Rusia, melalui afiliasinya Petrol Complex Pte Ltd menandatangani akta pendirian perusahaan patungan, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Perusahaan ini akan membangun dan mengoperasikan kilang minyak baru yang terintegrasi dengan Kompleks Petrokimia (New Grass Root Refinery and Petrochemial/NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Penandatangan berlangsung di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), di ruang Layanan Izin Investasi 3 jam (II3J), dengan memanfaatkan layanan prioritas yang dilakukan oleh Tim Layanan II3J - PTSP Pusat di BKPM, Jakarta (28/11).
Direktur KPI, Achmad Fathoni Mahmud mengatakan, dalam rangka pembangunan NGRR Tuban yang direncanakan berkapasitas 300.000 barel per hari dengan total investasi US$ 15 miliar, Pertamina-Rosneft sudah menyepakati komposisi saham di perusahaan patungan yakni sebesar 55 persen saham untuk Pertamina dan sisanya 45 persen Rosneft.
Menurutnya proyek NGRR Tuban akan memberikan manfaat besar baik ekonomi maupun sosial. "Proyek ini akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi dengan meningkatkan produksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V. Kilang juga akan menghasilkan produk baru petrokimia," paparnya.
Achmad Fathoni menambahkan, pembangunan megaproyek NGRR Tuban akan menciptakan lapangan kerja sekitar 20.000-40.000 orang dan sekitar 2.000 orang setelah beroperasi. Menurutnya, proyek juga akan memberikan dampak positif berupa pajak untuk pemerintah dan ekonomi masyarakat nasional maupun regional.
Adapun produk BBM yang akan dihasilkan NGRR Tuban adalah gasoline sebesar 80.000 barel per hari, Solar 99.000 barel per hari, dan Avtur 26.000 barel per hari. Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.
Sementara Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM, Lestari Indah menjelaskan BKPM mendukung pendirian badan hukum Indonesia atas nama PT PRPP antara Pertamina dan Rosneft. "Pendirian PT PRPP dengan rencana penyerapan tenaga kerja hingga 40.000 ini merupakan implementasi Proyek Strategis Nasional yang diharapkan dapat menyeimbangkan demand-supply pasokan migas sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ," jelas Lestari.
Adapun peran BKPM untuk memastikan bahwa pendirian PT PRPP melalui mekanisme layanan investasi 3 jam dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga dapat segera beroperasi. "Selanjutnya PTSP Pusat di BKPM juga siap untuk memproses permohonan fasilitas maupun insentif yang dapat dimanfaatkan perusahaan pada saat merealisasikan investasinya," lanjut dia.
Berikut susunan direksi pada PT.Pertamina Rosneft Pengolahan Petrokimia
- Presiden Direktur : Amir H. Siagian
- Direktur : Alexander Dmitriev
- Direktur : Bambang Sembodo
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




