ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perry Jamin Hubungan BI-OJK-Kemkeu Makin Mesra

Rabu, 28 Maret 2018 | 16:32 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Antara)

Jakarta - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjamin koordinasi Bank Sentral dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan makin mesra pada era kepemimpinannya. Perry membantah terdapat perbedaan pandangan antara BI dan OJK terhadap wewenang masing-masing dalam mengawasi aspek makroprudensial dan mikroprudensial sektor keuangan.

"BI sudah bicara dengan OJK. BI fokus ke makroprudensial yang ditimbulkan sektor perbankan. OJK dari mikroprudensial ke individu kemudian ke industri perbankan. Untuk saling melengkapi kita akan semakin meningkatkan kerja sama," kata Perry dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (28/3)..

Perry mengakui selama ini memang kerap timbul diskursus antara regulator. Namun ke depan, dia berjanji lebih intensif berkoordinasi dan bersama-sama membangun sektor keuangan yang belum tergali dengan baik, seperti keuangan syariah dan peningkatan tingkat inklusi keuangan. "Dalam pengawasan, sering menjadi gesek. Tapi kalau bisa bersandar itu akan makin baik," ujar Perry yang masih menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak 2013.

Begitu juga dengan Kementerian Keuangan, Perry menjamin akan meningkatkan koordinasi dengan Bendahara Negara itu agar bauran kebijakan moneter dan fiskal lebih efektif.

ADVERTISEMENT

Peningkatan koordinasi dengan OJK dan Kemkeu, merupakan bagian dari tujuh kebijakan strategis yang akan dilakukan Perry Warjiyo selama lima tahun ke depan, jika dirinya menjadi gubernur BI. Tema besar kebijakan Perry adalah mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mejaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.

Secara lengkap tujuh kebijakan itu adalah memperkuat efektivitas kebijakan moneter untuk pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar, kebijakan makroprudensial untuk mendorong pembiayaan perbankan, dan pendalaman pasar keuangan, khususnya pembiayaan infrastruktur.

Selain itu, pengembangan sistem pembayaran untuk ekonomi keuangan digital, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, penguatan koordinasi dengan pemerintah, OJK, dan DPR, serta penguatan organisasi dan sumber daya manusia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Bongkar Penyebab Rupiah Melemah Saat Ekonomi Tumbuh

BI Bongkar Penyebab Rupiah Melemah Saat Ekonomi Tumbuh

EKONOMI
Disetujui Prabowo, Ini 7 Langkah BI Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Disetujui Prabowo, Ini 7 Langkah BI Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

EKONOMI
Dunia Tak Baik-baik Saja, Bos BI Ungkap 3 PR Ekonomi RI

Dunia Tak Baik-baik Saja, Bos BI Ungkap 3 PR Ekonomi RI

EKONOMI
BI Yakin Rupiah Stabil dan Menguat Didukung Fundamental Kuat

BI Yakin Rupiah Stabil dan Menguat Didukung Fundamental Kuat

EKONOMI
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Borong SBN Rp 111,54 Triliun pada 2026

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Borong SBN Rp 111,54 Triliun pada 2026

EKONOMI
Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon