Supreme Energy Garap Dua Proyek Panas Bumi
Rabu, 9 Mei 2018 | 16:27 WIB
Jakarta – PT Supreme Energy menggarap pengembangan dua proyek panas bumi sekaligus pada tahun ini, yakni pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Muara Labouh dan Rantau Dedap. Nilai investasi kedua proyek ini sekitar US$ 1,3 miliar.
Vice President Relations and Safety Health Environment Supreme Energy Prijandaru Effendi mengatakan, untuk PLTP Rantau Dedap, pihaknya baru saja merampungkan pendanaan proyek. Pihaknya telah menandatangani perjanjian pinjaman sekitar US$ 540 juta dengan Japan Bank International Cooperation (JICA), Asian Development Bank (ADB), Nippon Export and Investment Insurance), dan bank komersial internasional yakni Mizuho Bank Ltd, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui Banking Corporation.
"Kami Juli akhir akan mulai spud sumur pertama pengembangan," kata dia di Jakarta, Selasa (8/5).
Rencananya, lanjut dia, pihaknya akan menambah 14 sumur di Proyek Rantau Dedap. Saat ini, sudah terdapat enam sumur di lokasi proyek dengan nilai investasi sekitar US$ 700 juta ini. Meski demikian, pengeboran sumur pengembangan ini tidak akan diselesaikan pada tahun ini.
"Mungkin dua bulan sekali (pengeboran sumur baru). Pokoknya, pada 2020 di Agustus, kami harus udah COD (commercial on date/beroperasi komersial)," tutur Prijandaru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




