Hingga Akhir Tahun, Produksi Jagung di Sulteng Dipredikasi 380.000 Ton
Selasa, 4 September 2018 | 10:44 WIB
Palu - Pemerinth Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan, produksi jagung petani dalam kurun empat tahun terakhir naik cukup signifikan. Diprediksi produksi hingga akhir 2018 bisa mencapai 380.000 ton.
"Tahun ini kita pastikan naik. Target kita, produksi 2018 bisa mencapai 380.000 ton," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Trie Iriyani Lamakampali, Selasa (4/9).
Trie menjelaskan, pada 2014 produksi jagung petani Sulteng baru sekitar 170.000-an ton. Adapun pada 2016 dan 2017 masing-masing sekitar 200.000 ton per tahun. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari program khusus padi, jagung dan kedelai (pajala) dari Kementerian Pertanian.
Menurut Trie, terdapat tiga kabupaten di Sulteng yang memiliki luas areal pengembangan jagung terbesar yakni, Poso, Tojo Unauna dan Buol, disusul kabupaten lainnya seperti Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Banggai, Morowali, Morowali Utara dan Tolitoli. "Sulteng saat ini baru swasembada beras. Ke depan kita berharap swasembada jagung dan kedelai," paparnya.
Trie mengaku, perhatian Kementerian Pertanian kepada Sulteng selama ini cukup besar. Sulteng merupakan salah satu daerah yang sangat serius dalam mendukung program pemerintah terkait upsus pajala dan juga bawang dan cabe.
Ketersediaan luas lahan di Sulteng untuk musim tanam 2018 terdiri dari komoditas jagung seluas 121.065 hektare, padi sawah 267.353 hektare, dan kedelai 34.253 hektare.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




