ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Ajukan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi

Selasa, 29 Mei 2012 | 22:48 WIB
AH
FH
Antrian kendaraan di SPBU menjelang kenaikan harga BBM.FOTO: ANTARA
Antrian kendaraan di SPBU menjelang kenaikan harga BBM.FOTO: ANTARA
Diperkirakan konsumsi BBM subsidi 2012 mencapai 44,69 juta kiloliter.

Pemerintah mengakui kuota Bahan Bakar Minyak bersubdidi yang sudah ditentukan oleh pemerintah akan membengkak. Oleh karena itu, pemerintah siap mengajukan tambahan kuota kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan di Kantor Presiden. Pemerintah mengantisipasi kenaikan kuota BBM bersubsidi sebesar 40 juta kilo liter yang ditetapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012.

”Saya tidak mengatakan persentase (kuota yang akan diajukan) tapi harus dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat,” ujarnya malam ini.

Ia mengatakan pada realisasi 2011 penggunaan kuota BBM sebesar 41 juta kilo liter, jika ada pertumbuhan transportasi tahun ini maka kuota tersebut maka akan meningkat. Pemerintah menekankan pada penghematan dan juga pencegahan penyelundupan dan penimbunan BBM.

Hatta mengatakan dirinya tidak tahu persis besaran angka penyelundupan BBM subsidi yang terjadi, namun hal itu sudah banyak terjadi.

"Ada yang mengatakan 10%, 20%, ada yang mengatakan 5%, tidak ada angka yang pasti, tapi kita merasakan pasti ada," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

Realisasi konsumsi BBM subsidi Januari-April 2012 sudah mencapai sembilan persen di atas realisasi tahun lalu. Dengan asumsi kondisi ini berlanjut hingga akhir tahun, diperkirakan konsumsi BBM subsidi 2012 mencapai 44,69 juta kiloliter.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan usulan penambahan kuota tidak akan mengubah APBNP yang telah diketok pada akhir Maret lalu. Menurutnya yang penting realisasinya. Karena ICP (Indonesian Crude Price) dan volume bisa berubah dan harga tidak berubah.

”Kan dibolehkan dalam APBNP, sekarang pembayaran BBM itu tinggal realisasi dan tinggal review. Kita tidak lagi mempersoalkan pada harga level berapa. Hanya ketika volume berubah dia harus dibicarakan dengan komisi 7 DPR dan Kementerian ESDM,” ujarnya kepada wartawan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menghadap Prabowo, Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG Aman

Menghadap Prabowo, Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG Aman

EKONOMI
DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

EKONOMI
Warga AS Tercekik Harga BBM, Kongres Desak Larangan Ekspor Minyak!

Warga AS Tercekik Harga BBM, Kongres Desak Larangan Ekspor Minyak!

INTERNASIONAL
Butuh Kolaborasi Agar Subsidi BBM Tepat Sasaran

Butuh Kolaborasi Agar Subsidi BBM Tepat Sasaran

EKONOMI
Krisis Timur Tengah Masih Berlangsung, Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Tak Terelakkan

Krisis Timur Tengah Masih Berlangsung, Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Tak Terelakkan

EKONOMI
Pertamina vs Swasta: Siapa Paling Murah? Cek Harga BBM April 2026

Pertamina vs Swasta: Siapa Paling Murah? Cek Harga BBM April 2026

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon