Dibantah, Benih Jagung Bantuan Dijadikan Pakan Ternak
Jumat, 28 Desember 2018 | 23:40 WIB
Jakarta - Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Punti Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Saifurrahman membantah bahwa benih jagung bantuan yang diberikan pemerintah kepada petani dijadikan pakan ternak.
"Tidak ada satu pun petani binaan saya atau kelompok tani yang menerima benih jagung bantuan menjadikannya pakan ternak," kata Saifurramhan, Jumat (28/12). Saifurrahman yang membina 37 kelompok tani (koptan) di Desa Punti perlu menjelaskan soal bantuan benih jagung itu, karena belakangan ini muncul berita miring tentang benih jagung bantuan dijadikan sebagai pakan ternak.
Sebelumnya, Syamsudin dari Dusun Rade, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, penerima bantuan mengatakan, benih bantuan tersebut dijadikan petani sebagai pakan ternak. Sebab, bibit itu tidak cocok di lahan petani. "Benih bantuan banyak yang disimpan digudang. Kalau di rumah, saya pakai untuk pakan ternak," katanya.
Sementara, Fajrin, petani dari Dusun Doro Mbubu mengatakan bantuan varietas bibit dari pemerintah tidak sesuai dengan pembahasan di UPTD. "Katanya, stok untuk BISI-18 itu habis, makanya yang disalurkan BISI-2 di campur Premium-191," ujar Fajrin.
Dia bersama petani lainnya mengaku sangat kecewa dan menyayangkan jika persoalannya adalah stok. Karena, dari sisi kualitas, BISI-18 lebih unggul dibandingkan BISI-2 dan Premium-191.
"Yang memberikan keterangan kepada media itu bukan Ketua Koptan. Namanya kebetulan sama dengan Ketua Koptan Keto Dore Jati. Kami sudah klarifikasi bahwa pernyataan itu tidak benar sama sekali," ujar Saifurrahman
Dia menjelaskan, pada Kamis (27/12) malam, semua pengurus Koptan di Desa Punti menggelar rapat di rumah Kepala Desa. "Hasilnya, dibuat surat penyataan bahwa berita yang menyebutkan benih bantuan dijadikan pakan ternak adalah berita bohong," jelasnya.
Saifurrahman menyebutkan bantuan benih jagung baik BISI-2 maupun Premiun 191, sudah ditanam petani, kini tumbuh subur. Petani mengharapkan memang benih BISI karena sebelumnya petani sudah tanam jenis ini. "Dengan hadirnya bantuan benih BISI dan Premium, masyarakat merasa terbantu. Benih tersebut kini sudah tumbuh," ungkapnya.
Dia berharap berita bohong tersebut tidak mempengaruhi pengadaan benih jagung pada tahun 2019. "Saya khawatirkan pemberitaan ini akan mempengaruhi bantuan benih pada tahun depan,’ tegasnya.
Direktur Serelia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang mengingatkan kepada petani, benih jagung tidak bisa dijadikan pakan ternak karena sudah di-coating dengan pestisida. "Itu petani terlalu men-dramatisir. Benih jagung dijadikan pakan ternak. Memang petani mau ternaknya keracunan?" tegasnya.
Bambang menambahkan, jika benih jagung dijadikan pakan ternak, maka ternak akan mati karena benih itu ada pestisidanya. Dia mengatakan pemerintah inginnya memberikan benih sesuai dengan perminaan petani. Artinya, diprioritaskan, tetapi kalau tidak tersedia, diberikan alternatif."Kalau benih alternatif tidak suka, ya tidak usah diterima," kata Bambang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




