Panin Sekuritas: Transaksi Tipis, Pasar Masih Menunggu
Jumat, 15 Juni 2012 | 07:18 WIB
Pelemahan tersebut akibat sentimen negatif Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan masih melanjutkan tren pelemahan meski dalam kisaran sempit.
"Uuntuk hari ini kami perkirakan IHSG melemah terbatas," Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono dalam risetnya, hari inii.
Dia mengatakan, pelemahan tersebut akibat sentimen negatif Eropa dan Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat pelaku pasar belum mau masuk ke pasar, sehingga transaksi diperkirakan tipis. "Pasar masih melakukan "wait and see" hingga ada kepastian langkah yang konkrit dalam menangani krisis utang Eropa," kata Purwoko.
Purwoko mengungkapkan, beberapa saham unggulan sudah mulai memasuki area jenuh jual (oversold). "Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.760-3.820," kata Purwoko.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun cukup dalam didorong sentimen negatif penjualan ritel AS yang turun dan kekhawatiran krisis utang Eropa yang meningkat setelah yield surat utang Jerman dan Italia naik.
Data penjualan ritel AS bulan Mei turun 0,2 persen mengindikasikan lapangan pekerjaan semakin terbatas, sehingga mengurangi daya beli masyarakat. Selain itu pernyataan Moody's yang menurunkan rating Spanyol sebanyak 3 notch dari A3 dan Baa3 seiring meningkatnya beban utang, pelemahan ekonomi, dan keterbatasan akses ke pasar modal menjadi katalis negatif bagi bursa regional.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan masih melanjutkan tren pelemahan meski dalam kisaran sempit.
"Uuntuk hari ini kami perkirakan IHSG melemah terbatas," Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono dalam risetnya, hari inii.
Dia mengatakan, pelemahan tersebut akibat sentimen negatif Eropa dan Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat pelaku pasar belum mau masuk ke pasar, sehingga transaksi diperkirakan tipis. "Pasar masih melakukan "wait and see" hingga ada kepastian langkah yang konkrit dalam menangani krisis utang Eropa," kata Purwoko.
Purwoko mengungkapkan, beberapa saham unggulan sudah mulai memasuki area jenuh jual (oversold). "Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.760-3.820," kata Purwoko.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun cukup dalam didorong sentimen negatif penjualan ritel AS yang turun dan kekhawatiran krisis utang Eropa yang meningkat setelah yield surat utang Jerman dan Italia naik.
Data penjualan ritel AS bulan Mei turun 0,2 persen mengindikasikan lapangan pekerjaan semakin terbatas, sehingga mengurangi daya beli masyarakat. Selain itu pernyataan Moody's yang menurunkan rating Spanyol sebanyak 3 notch dari A3 dan Baa3 seiring meningkatnya beban utang, pelemahan ekonomi, dan keterbatasan akses ke pasar modal menjadi katalis negatif bagi bursa regional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




