Gini Ratio Maret 2019 Turun 0,007 Poin
Senin, 15 Juli 2019 | 16:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia.
Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, pada Maret 2019 tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,382.
"Angka ini turun 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,384, dan turun 0,007 poin dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,389," kata Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019).
Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Turun
Jika dilihat berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,71 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2019 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.
Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,93 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,59 persen, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah.
"Gini rasio ini merupakan ukuran jangka panjang. Jadi untuk menurunkan gini rasio perlu effort yang luar biasa dan waktu yang agak panjang. Tetapi dari data-data yang kita sampaikan ini dilihat adanya progres," jelas Suhariyanto.
Baca Juga: Ketimpangan Penduduk Indonesia Turun Sejak 2015
Secara nasional, BPS melaporkan, nilai Gini Rasio Indonesia selama periode 2012-September 2014 mengalami fluktuasi. Namun mulai Maret 2015 hingga Maret 2019, nilainya terus menurun.
Untuk Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,392, naik dibanding Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,391 dan turun dibanding Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,401.
Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,317, turun dibanding Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,319 dan Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,324.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




