Kuartal III 2012, Pertamina Beli Minyak Mentah dari Sumbernya
Rabu, 27 Juni 2012 | 21:34 WIB
PT Pertamina (Persero) menargetkan akan merealisasikan pembelian minyak mentah langsung dari sumbernya pada kuartal III 2012.
Saat ini, Pertamina tengah melakukan sejumlah persiapan guna mewujudkan rencana tersebut.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan, Pertamina menargetkan dapat merealisasikan pembelian minyak secara langsung dari sumbernya pada kuartal III ini.
"Pembelian minyak mentah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri," paparnya di Jakarta, Rabu (27/6).
Pasalnya, kata Dahlan, selama ini produksi minyak domestik tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri. Namun, BUMN perminyakan tetap berusaha menambahkan suplai dengan melakukan ekspansi di luar negeri.
"Saat ini, Pertamina sudah mengakuisisi sebagian saham di perusahaan asal Venezuela dan bisa menambah 13 ribu barel per hari," ujar Dahlan.
Dahlan menuturkan, saat ini Pertamina juga berencana untuk mengambilalih 10%-20% saham di salah satu perusahaan asal Irak. Bila Pertamina berhasil mengakuisisi perusahaan tersebut, Pertamina amat mungkin menambah stok minyak nasional hingga mencapai 100.000 barel per hari.
Distribusi
Selain itu, menurut dia, Pertamina juga akan melakukan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan sistem smart card untuk mengetahui penggunaan BBM oleh kendaraan roda empat.
Lewat smart card, Dahlan menerangkan, SPBU akan terkomputerisasi, sistem ini pun akan terintegrasi dengan BP Migas dan BPH Migas.
Menurut Dahlan, Pertamina akan mencontoh sistem yang sudah dimiliki oleh PT AKR Corporindo Tbk. Nilai investasi ini sendiri berkisar Rp2 triliun-Rp3 triliun.
"Sistem ini akan ditender, tendernya satu paket saja karena harus sama dengan yang ada di seluruh Indonesia. Karena kita menghindari sistem yang berbeda-beda," tukasnya.
Saat ini, Pertamina tengah melakukan sejumlah persiapan guna mewujudkan rencana tersebut.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan, Pertamina menargetkan dapat merealisasikan pembelian minyak secara langsung dari sumbernya pada kuartal III ini.
"Pembelian minyak mentah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri," paparnya di Jakarta, Rabu (27/6).
Pasalnya, kata Dahlan, selama ini produksi minyak domestik tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri. Namun, BUMN perminyakan tetap berusaha menambahkan suplai dengan melakukan ekspansi di luar negeri.
"Saat ini, Pertamina sudah mengakuisisi sebagian saham di perusahaan asal Venezuela dan bisa menambah 13 ribu barel per hari," ujar Dahlan.
Dahlan menuturkan, saat ini Pertamina juga berencana untuk mengambilalih 10%-20% saham di salah satu perusahaan asal Irak. Bila Pertamina berhasil mengakuisisi perusahaan tersebut, Pertamina amat mungkin menambah stok minyak nasional hingga mencapai 100.000 barel per hari.
Distribusi
Selain itu, menurut dia, Pertamina juga akan melakukan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan sistem smart card untuk mengetahui penggunaan BBM oleh kendaraan roda empat.
Lewat smart card, Dahlan menerangkan, SPBU akan terkomputerisasi, sistem ini pun akan terintegrasi dengan BP Migas dan BPH Migas.
Menurut Dahlan, Pertamina akan mencontoh sistem yang sudah dimiliki oleh PT AKR Corporindo Tbk. Nilai investasi ini sendiri berkisar Rp2 triliun-Rp3 triliun.
"Sistem ini akan ditender, tendernya satu paket saja karena harus sama dengan yang ada di seluruh Indonesia. Karena kita menghindari sistem yang berbeda-beda," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




