ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global 2019

Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:42 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Logo IMF.
Logo IMF. (AFP)

Washington, Beritasatu.com - Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (15/10/2019) memangkas perkiraan pertumbuhan global 2019 menjadi tiga persen dalam laporan World Economic Outlook (WEO) atau turun 0,2 poin persentase dari perkiraannya pada Juli.

Kepala ekonom IMF Gita Gopinath dalam konferensi pers di kantor pusat mengatakan, revisi ini merupakan terburuk sejak krisis keuangan global. "Pertumbuhan terus melemah dengan meningkatnya hambatan perdagangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik," kata Gita Gopinath.

Menurut dia, pertumbuhan juga dibebani faktor-faktor negara di beberapa ekonomi emerging markets, dan kekuatan struktural. "Hal ini mencakup rendahnya pertumbuhan produktivitas dan demografi yang menua di negara maju," kata Gita Gopinath kepada wartawan di kantor pusat IMF.

Ekspor Makin Loyo, Neraca Dagang Defisit US$ 160 Juta

ADVERTISEMENT

Ekonomi negara-negara maju terus melambat dengan pertumbuhan diturunkan menjadi 1,7 persen pada tahun ini, dibandingkan 2,3 persen pada 2018.

Pertumbuhan di emerging markets dan ekonomi berkembang juga direvisi turun menjadi 3,9 persen untuk 2019, dibandingkan 4,5 persen tahun lalu.

IMF: Semua Kalah dalam Perang Dagang

Laporan WEO Oktober juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan global untuk tahun 2020 menjadi 3,4 persen, atau turun 0,1 poin persentase dari estimasi pada Juli. Sebelumnya, laporan WEO Juli sudah menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk 2019 dan 2020, masing-masing turun 0,1 poin persentase dari estimasi pada April.

IMF baru-baru ini memperkirakan bahwa ketegangan perdagangan AS-Tiongkok secara kumulatif mengurangi tingkat PDB global sebesar 0,8 persen pada 2020, mengingat usulan kenaikan tarif yang dijadwalkan 15 Oktober dan 15 Desember. Jika tarif ini tidak pernah terjadi, kata Gopinath, akan menurunkan estimasi dampak negatif terhadap PDB global dari 0,8 persen menjadi 0,6 persen. "Kami menyambut setiap langkah untuk mengurangi ketegangan dan untuk memperbaiki langkah-langkah perdagangan baru-baru ini, terutama jika mereka dapat memberikan jalan menuju kesepakatan yang komprehensif dan abadi," kata Gita Gopinath.

Selain ketegangan perdagangan, Gopinath juga menyoroti situasi geopolitik terkait Brexit yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi, dan menggagalkan pemulihan di ekonomi emerging markets dan kawasan euro.

"Untuk meremajakan pertumbuhan, pembuat kebijakan harus membatalkan hambatan perdagangan dengan perjanjian yang tahan lama, mengendalikan ketegangan geopolitik, dan mengurangi ketidakpastian kebijakan dalam negeri," kata Gita Gopinath.

Dalam penilaian IMF, tanpa adanya stimulus moneter, pertumbuhan global akan lebih rendah sebesar 0,5 poin pada 2019 dan 2020. "Ini harus dibarengi dengan dukungan fiskal di mana ruang fiskal tersedia, dan kebijakan belum terlalu ekspansif," kata Gita Gopinath.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon