Kuartal III, Laba BNI Naik Tembus Rp 12 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuartal III, Laba BNI Naik Tembus Rp 12 Triliun

Rabu, 23 Oktober 2019 | 17:07 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Laba bersih PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) hingga kuartal III 2019 mencapai Rp 12 triliun atau tumbuh 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kecilnya kenaikan laba dibanding periode sebelumnya seiring meningkatnya cost of fund dan menurunnya net interest margin (NIM).

Direktur Keuangan BNI Ario Bimo mengatakan, menurunnya NIM karena ketatnya likuiditas di pasar, bahkan perbankan pun perlu bersaing ketat dengan pemerintah yang menerbitkan surat utang. Apalagi pemerintah juga berhati-hati dalam pengeluaran. "Ke depan kami akan fokus ke perbaikan cost of fund dan NIM akan jadi prioritas. Prospek fee based income terbesar dari recurring fee yang transaksi rutin seperti kredit sindikasi," kata Ario Bimo dalam paparan kinerja, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dari sisi penyaluran kredit, BNI mampu mencatat pertumbuhan 14,7 persen mencapai Rp 558,7 triliun. "Pencapaian ini sekaligus menandai stabilnya percepatan fungsi intermediasi di tengah kondisi perekonomian yang menantang," kata Ario Bimo.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menyampaikan target pertumbuhan kredit hingga akhir 2019 adalah sebesar 13 persen-14 persen, seiring penyesuaian pertumbuhan industri perbankan tahun ini. Lalu dana pihak ketiga (DPK) perseroan ditargetkan tumbuh di 8-10 persen.

Sementara Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, pada kuartal IV ini perseroan masih memiliki pipeline kredit antara lain kelistrikan di 35.000 MW, Toll Road Jateng II, Jakarta-Cikampek Elevated. Sedangkan di sisi noninfrastruktur ada manufaktur, farmasi dan logistik. "Pertumbuhan kredit amat besar di korporasi tumbuh 18 persen, tapi di akhir tahun masih kami jaga di kisaran 13 persen-15 persen," sebut Wahju Setyawan.

Penyaluran kredit di kuartal III tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,9 persen yang mengantarkan BNI mencatatkan perbaikan net interest income (NII) menjadi Rp 26,9 triliun. Begitu juga dengan non interest income atau fee based income (FBI), yang pada kuartal III 2019 tumbuh sebesar 13 persen YoY, menjadi Rp 8,1 triliun. Dengan dukungan pertumbuhan NII dan FBI, BNI mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp 12 triliun.

Pendapatan fee BNI, ditopang pertumbuhan recurring fee sebesar 17,1 persen YoY menjadi Rp 7,9 triliun. Kenaikan FBI pada kuartal III-2019 ini didorong fee dari segmen business banking, antara lain trade finance yang tumbuh 9,4 persen dan fee sindikasi yang tumbuh 81,6 persen. Adapun, sumber fee dari bisnis konsumer antara lain berasal fee pengelolaan kartu debit yang tumbuh 57,5 persen dan fee transaksi melalui ATM yang tumbuh 16,5 persen.

Ario menyebutkan, pertumbuhan kredit BNI didorong pembiayaan segmen korporasi yang tumbuh 18,1 persen dari periode yang sama tahun 2018 menjadi Rp 291,7 triliun yang terdistribusi ke segmen korporasi swasta sebesar Rp 181,1 triliun, atau tumbuh 24,8 persen dibanding kuartal III-2018, dan pada BUMN senilai Rp 110,7 triliun atau mengalami pertumbuhan 8,6 persen dibanding kuartal III-2018. Segmen usaha kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2 persen dibandingkan kuartal III-2018, menjadi Rp 75 triliun.

Sementara, pertumbuhan kredit di segmen menengah yang dijaga di level moderat sebesar 3,8 persen dibanding kuartal III tahun lalu, juga menunjukkan komitmen perbaikan kualitas aset dimaksud.

Adapun pada segmen konsumer, BNI mencatatkan kredit payroll masih sebagai kontributor utama pertumbuhan bisnis konsumer, dengan tumbuh 13,1 persen YoY. Perluasan kredit payroll dilakukan BNI dengan memokuskan diri pada pemberian kredit pada karyawan institusi pemerintah dan BUMN, dimana hingga September 2019, kredit payroll kepada karyawan BUMN dan pemerintahan memberikan kontribusi sekitar 64,4 persen dari total kredit payroll.

Selain kredit payroll, BNI juga terus fokus menumbuhkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pada September 2019, BNI mencatatkan pertumbuhan KPR 9,5 persen secara YoY atau mencapai Rp 43,1 triliun.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) BNI tercatat membaik menjadi 1,8 persen pada kuartal III-2019 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2 persen. Credit cost juga menunjukkan perbaikan, yaitu turun dari 1,4 persen menjadi 1,3 persen, sementara coverage ratio terus meningkat dari 152 persen menjadi 159 persen.

Penyaluran kredit BNI ditopang pertumbuhan DPK sebesar 5,9 persen secara YoY, menjadi Rp 581 triliun. Di mana, BNI menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA yang mencapai 64,3 persen dari total DPK, terutama karena pertumbuhan giro sebesar 13 persen dan tabungan 7,5 persen YoY.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, keberhasilan dalam upaya menghimpun dana murah juga tercermin dari penambahan jumlah rekening individu menjadi sebanyak 46,5 juta. Selain itu, BNI juga terus meningkatkan jumlah branchless banking dari 111.836 pada akhir tahun 2018 menjadi 130.803 Agen46 pada kuartal III 2019.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Marwan Jafar Dorong BUMN Tingkatkan Dukungan terhadap UMKM

Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar mendorong BUMN gencar membantu UMKM sebagai jantung ekonomi masyarakat yang paling terdampak dari pandemi Covid-19.

EKONOMI | 19 September 2021

Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

Rachmat Gobel meminta pemerintah untuk konsisten melindungi para pemasok yang memasok barang ke toko ritel swalayan.

EKONOMI | 19 September 2021


Nippon Paint Rayakan Kontribusi Selama 52 Tahun di Indonesia

Hari ini, Minggu (19/9/2021), Nippon Paint Indonesia merayakan hari ulang tahun ke-52.

EKONOMI | 19 September 2021

Pandemi, Penjualan di Bhinneka.com Didominasi Peralatan Dapur dan Alat Tulis

Ada sejumlah indikator yang mengindikasikan kebiasaan masyarakat dalam belanja online di Bhinneka.com.

EKONOMI | 19 September 2021

Ini Update Obligor BLBI yang Sudah Dipanggil Satgas

Pemanggilan Grup Bakrie pada Jumat diwakilkan utusannya.

EKONOMI | 19 September 2021

BabyBali Token Padukan Investasi Kripto dengan Pariwisata

Start up BabyBali Token dengan memadukan investasi cryptocurrency atau aset kripto dan sektor pariwisata sebagai underlying.

EKONOMI | 19 September 2021

Acset Indonusa Raih Kontrak Baru Rp 300 Miliar

PT Acset Indonusa Tbk (ACST), emiten konstruksi membukukan kontrak baru Rp 300 miliar hingga September 2021.

EKONOMI | 19 September 2021

Inovasi Bank Jatim Raih Dua Penghargaan IHC Award 2021

Bank Jatim terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk menunjang kinerja.

EKONOMI | 18 September 2021

Trakindo Rilis Ekskavator Cat 323 GC Kelas 23 Ton

PT Trakindo Utama (Trakindo), perusahaan penyedia solusi alat berat Cat di Indonesia merilis ekskavator hidrolik terbaru di kelas 23 ton, yaitu Cat 323 GC.

EKONOMI | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Banyak Siswa Belum Divaksin, Disdik Tangerang Berhati-hati Laksanakan PTM

Banyak Siswa Belum Divaksin, Disdik Tangerang Berhati-hati Laksanakan PTM

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings