ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perusahaan RI Paling Optimistis pada Prospek Bisnis

Rabu, 6 November 2019 | 13:25 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
HSBC Holdings Plc. memutuskan untuk berkantor pusat di London, Inggris, Senin, 15 Februari 2016. Keputusan ini mengakhiri pertimbangan yang berjalan 10 bulan lamanya apakah harus memindahkan kantor pusatnya ke Asia.
HSBC Holdings Plc. memutuskan untuk berkantor pusat di London, Inggris, Senin, 15 Februari 2016. Keputusan ini mengakhiri pertimbangan yang berjalan 10 bulan lamanya apakah harus memindahkan kantor pusatnya ke Asia. (AFP Photo/Justin Tallis)

Jakarta, Beritasatu.com- Perusahaan di Indonesia memiliki pandangan yang lebih optimis ketimbang perusahaan di kancah dunia, termasuk di wilayah Asia. Optimisme tersebut menyangkut prospek bisnis jangka pendek, menengah dan panjang. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa sejumlah kebijakan ekonomi makro yang diambil Pemerintah akan semakin memperkuat konsumsi domestik dan investasi.

Demikian kesimpulan yang diperoleh dari survei terbaru HSBC.

Menurut survei HSBC yang bertajuk Navigator: Now, next and how yang mengukur sentimen dan harapan dunia bisnis di 35 pasar di seluruh dunia, para pebisnis di Indonesia memperlihatkan rasa optimisme yang sangat besar, dengan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dibanding perusahaan-perusahaan lain di seluruh dunia termasuk di wilayah Asia.

Navigator merangkum hasil survei komprehensif terhadap 9.131 perusahaan dari enam wilayah berbeda. Sebanyak 150 perusahaan dari Indonesia menjadi bagian dari sampel penelitian ini.

ADVERTISEMENT

Anurag Saigal, Deputi Direktur, Commercial Banking, PT Bank HSBC Indonesia menuturkan, satu temuan penting dari survei ini adalah lebih dari setengah perusahaan Indonesia yang disurvei termasuk dalam kategori Navigator, yang berarti mereka mengharapkan penjualan tumbuh sebesar 15% atau lebih pada tahun berikutnya. Responden Indonesia juga merasa percaya diri atas prospek bisnis masa depan mereka, dimana sembilan dari sepuluh perusahaan Indonesia optimis tentang pertumbuhan, dibandingkan dengan setahun lalu.

"Optimisme di Indonesia berada di atas rata-rata Asia Pasifik, negara yang mendekati tingkat optimisme Indonesia adalah Bangladesh dengan 74% dan India dengan 72%," katanya dalam siaran pers, Rabu (6/11/2019).

Navigator juga menunjukkan bahwa para pengambil keputusan dari perusahaan Indonesia optimis terhadap prospek jangka pendek, menengah dan panjang. Responden dari negara kepulauan memiliki prospek positif untuk tahun depan, juga untuk 5 tahun ke depan. Mereka juga lebih optimis tentang pertumbuhan mereka dalam 12 bulan terakhir, level yang jauh di atas rata-rata global.

"Bisnis Indonesia adalah yang paling optimis di 35 pasar. Bangladesh adalah yang terdekat, dengan 50 persen perusahaan di Bangladesh mengharapkan pertumbuhan penjualan 15% atau lebih, "kata Anurag.

Dalam jangka waktu lima tahun, proporsi bisnis di Indonesia yang mengharapkan penjualan tumbuh 15 persen atau lebih mencapai 61%.

Hasil survei juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia yang diperkirakan bertumbuh dalam tahun depan kemungkinan akan didorong oleh gabungan peningkatan fokus pada keberlanjutan, serta pemasok (supplier) dan bahan baku (raw materials) berkualitas tinggi yang disokong oleh tenaga kerja yang terampil untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan bisnis dengan pembukaan pasar baru dan pengenalan layanan baru.

"Melawan arus global sepertinya terdengar ambisius, tetapi masa depan di depan mata terlihat cerah," sebagaimana disampaikan oleh Dandy Pandi, Country Head, Global Trade and Receivable Finance, PT Bank HSBC Indonesia.

Strategi utama bagi bisnis di Indonesia untuk menghadapi ancaman bisnis yang mungkin terjadi, jelas ia difokuskan pada peningkatan portofolio melalui berbagai cara. Hampir setengah [48 persen] dari perusahaan yang disurvei menyebutkan bahwa mereka meningkatan kualitas produk atau layanan. Selanjutnya, sekitar 26 persen melalui investasi untuk inovasi. Selain itu, penggunaan bahan baku dan pemasok dengan kualitas lebih baik [25 persen], dan perluasan platform dan saluran digital merupakan strategi kunci lainnya.

"Sekitar 30% perusahaan juga menyebutkan bahwa ekspansi ke pasar-pasar baru adalah kunci strategi perluasan mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, dengan pergeseran yang terjadi di tingkat regional dan domestik, semakin banyak perusahaan bergerak menuju era teknologi digital dan menciptakan ekosistem untuk mendukung perubahan itu. Untuk itu, sara ia sangat penting agar pebisnis di Indonesia mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan penjualan, dan menemukan mitra strategis yang tepat



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bertemu Investor di AS, Purbaya Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Kuat

Bertemu Investor di AS, Purbaya Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Kuat

EKONOMI
IHSG pada Jalur Penguatan, Asa Menuju Level 10.000

IHSG pada Jalur Penguatan, Asa Menuju Level 10.000

EKONOMI
HSBC Prediksi BI Pangkas Suku Bunga 3 Kali pada 2026

HSBC Prediksi BI Pangkas Suku Bunga 3 Kali pada 2026

EKONOMI
HSBC Nilai Tak Perlu Khawatir Berlebihan Soal Defisit Fiskal Indonesia

HSBC Nilai Tak Perlu Khawatir Berlebihan Soal Defisit Fiskal Indonesia

EKONOMI
Ramalan Harga Emas Bisa Tembus US$ 5.000 pada 2026

Ramalan Harga Emas Bisa Tembus US$ 5.000 pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon