Teknologi UHT Jamin Kualitas Santan Kelapa dalam Kemasan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Teknologi UHT Jamin Kualitas Santan Kelapa dalam Kemasan

Jumat, 15 November 2019 | 12:37 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com – Santan kelapa dalam kemasan semakin banyak diminati masyarakat Indonesia. Produksi santan kelapa melalui proses ultra high temperature (UHT) dan kemasan aseptik menjamin kualitas dan rasa dari santan kelapa tetap terjaga.

Demikian salah satu pembahasan dalam diskusi yang digelar perusahaan pengemasan makanan dan minuman Tetra Pak di Jakarta, Kamis (14/11/2019). Acara tersebut menghadirkan beberapa pihak yang terkait dalam produksi dan pengemasan santan kelapa, seperti Martin Jimi selaku Direktur PT Kara Santan Pertama, Azis Sitanggang yang juga pengajar Ilmu dan Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Fatmah Bahalwan selaku pendiri Natural Cooking Club dan Panji Cakrasantana sebagai Marketing Manager Tetra Pak Indonesia.

Martin menjelaskan proses mengenalkan santan kelapa dalam kemasan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu diakuinya karena sebagian besar masyarakat santan dalam kemasan menggunakan bahan pengawet. “Awalnya tidak mudah karena sebagian besar masyarakat Indonesia terbiasa dengan santan yang diproduksi langsung dari pasar tradisional. Jadi kalau santan dalam kemasan dianggap menggunakan bahan pengawet,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, pihaknya bersama Tetra Pak yang melakukan kemasan santan kelapa sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet.

Panji Cakrasantana menjelaskan bahwa produksi santan kemasan dari Tetra Pak sudah terjamin kualitasnya karena melalui proses ultra high temperature (UHT) dan memakai kemasan aseptik. Rasa dan nutrisi melalui teknologi UHT dan kemasan aseptik tetap terjaga. Teknologi UHT yang memanaskan produk santan kelapa kemasan pada 140 derajat Celcius dalam waktu 8-15 detik sehingga kondisi sterilitas komersial telah tercapai.

"Produk yang sudah melalui proses UHT bertemu dengan kemasan aseptik yang sudah disterilkan dalam 1 lingkungan aseptik, itulah kenapa umur simpan produk kemasan aseptik panjang dan tidak perlu pengawet," tambahnya.

Azis Sitanggang menambahkan dengan teknologi UHT dan aseptik maka tidak ada lagi pemanfaatan bahan pengawet. Teknologi UHT membuat mikroba target berupa Clostridum botulinum dan mikroorganisme patogen maupun pembusuk yang terdapat dalam produk tersebut telah dimusnahkan.

“Implikasi dari proses ini adalah produk dapat bertahan lebih lama jika disimpan pada suhu ruang dan waktu proses yang relatif cepat dapat menjaga nutrisi dan rasa alami dari santan kelapa tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut dia, pada tahun 2016 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mempunyai aturan terkait steril komersial. “Jadi kalau santan ini termasuk pangan steril komersial. Artinya, sudah ada tata aturan bagaimana suatu pangan steril komersial harus diproses. Jadi santan mengalami proses yang namanya sterilisasi," jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Indeks Naik 0,43%, Lima Saham Ini Menguat di Sesi I

MITI menguat 34,74%, OKAS naik 28,40%, ASPI meningkat 21,62%, HRUM melonjak 19,91%, BOSS terangkat 8,89%.

EKONOMI | 23 September 2021

Pelaku UMKM Harus Konsolidasi agar Masuk Skala Ekonomi

Pelaku UMKM harus berkonsolidasi dan beragregasi untuk menghasilkan produk UMKM dengan nilai tambah dalam skala ekonomi.

EKONOMI | 23 September 2021

Realisasi Program PEN Baru 53,2%

Realisasi anggaran untuk program PEN hingga Jumat (17/9/2021) baru mencapai Rp 395,92 triliun atau 53,2% dari pagu Rp 744,77 triliun.

EKONOMI | 23 September 2021

Teten: UMKM Harus Terus Bergerak di Tengah Pandemi Covid-19

UMKM harus bertahan, harus bangkit, dan harus tumbuh usahanya walaupun di tengah tantangan pandemi Covid-19.

EKONOMI | 23 September 2021

Naik 99%, 15,9 Juta UMKM Sudah Masuk Lokapasar Daring

“Setidaknya 15,9 juta UMKM telah hadir dalam lokapasar daring, atau naik 99% sejak 2020,” kata Teten Masduki.

EKONOMI | 23 September 2021

Penyedia Cloud Asal Norwegia, Crayon, Resmi Masuk Indonesia

Crayon, perusahaan konsultan teknologi informasi (TI) yang berbasis di Olso, Norwegia, resmi masuk pasar Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Sesi I, IHSG Kokoh di 6.134

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,43% ke 6.134,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (23/9/2021).

EKONOMI | 23 September 2021

Iriana Jokowi Ajak Pelaku UMKM Berinovasi dan Berkreativitas

Iriana Jokowi mengakui di masa pandemi Covid-19, ada UMKM yang mampu bertahan bahkan tumbuh menjadi lebih baik.

EKONOMI | 23 September 2021

Program Bangkitkan UMKM Kelautan dan Perikanan Turut Jaga Keberlangsungan Ekosistem

KKP ikut mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dalam upaya memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan.

EKONOMI | 23 September 2021

Sandiaga: Gernas BBI Bantu UMKM Masuk ke Platform Digital

program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar masuk ke platform digital.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Eks Mensos Juliari Mulai Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara di Lapas Tangerang

Eks Mensos Juliari Mulai Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara di Lapas Tangerang

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings