BEI Diminta Kaji Pembebasan Biaya Transaksi Perdagangan
Selasa, 17 Maret 2020 | 17:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Untuk menjaga agar indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak jatuh terlalu dalam, mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menilai, setidaknya ada empat hal yang bisa dilakukan oleh BEI selaku self regulatory organization (SRO).
Pertama, BEI perlu membebaskan biaya transaksi perdagangan selama enam bulan ke depan. Adapun, rata-rata biaya perdagangan per bulan mencapai Rp 50-60 miliar. Dengan demikian, meski bursa akan kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 300-360 miliar, namun hal itu menurutnya bisa membantu pelaku pasar.
Apalagi, dalam kondisi di mana IHSG secara year on year sudah kandas 31% ini, BEI juga harus aktif memberikan dukungan kepada pelaku pasar. "Bursa Efek Indonesia masih punya uang Rp 2 triliun. Tidak usah untung banyak-banyak juga," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3).
Kedua, perlonggar aturan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD). Pasalnya, Tergerusnya kapitalisasi pasar (market capitalization) bursa efek sebanyak Rp 2.500 triliun sejak posisi tertingginya, sudah pasti menyebabkan MKBD sekuritas banyak yang turun. "Otoritas harus longgarkan MKBD, agar para broker masih memiliki semangat," ujar Tito.
Ketiga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga perlu memangkas biaya atau iuran yang dibebankan kepada pelaku pasar modal. Keempat, SRO harus menanyakan, mendengar dan mempertimbangkan masukan dari para pelaku pasar. "SRO harus memberikan dukungan positif, hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh pelaku pasar modal," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




