Fantastis, Laba BRI Tembus Rp8,61 Triliun
Jumat, 27 Juli 2012 | 14:39 WIB
Penyaluran kredit naik 14,67 persen dari Rp265,82 triliun menjadi Rp304,81 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada semester I-2012 mencetak laba bersih Rp8,61 triliun meningkat 26,83 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,79 triliun.
"Memang untuk laba ke depan (akhir 2012) mudah-mudahan optimis bisa melebihi target, ya mungkin bisa lebih dari Rp17 triliun," ujar Direktur Utama BRI Sofyan Basir dalam paparan kinerja triwulan II-2012 di Gedung BRI, Jakarta, hari ini.
Selain didukung pendapatan bunga bersih (net interest income) yang naik sebesar 3,1 persen dari Rp16,64 triliun menjadi Rp 17,15 triliun, pendapatan operasional juga didukung pendapatan non bunga yang meningkat 21,92 persen dari Rp2,6 triliun menjadi Rp3,17 triliun.
Dari sisi aset, tercatat bertumbuh 24,53 persen dari Rp370,3 triliun menjadi Rp461,14 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) hampir bertumbuh 26 persen dari Rp294,63 triliun menjadi Rp371,14 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit naik 14,67 persen dari Rp265,82 triliun menjadi Rp304,81 triliun.
Untuk rasio-rasio keuangan lainnya tercatat, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 16 persen, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) 8,49 persen, dan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 61,81 persen.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross 2,38 persen, return on asset (ROA) 4,87 persen, dan return on equity (ROE) 36,93 persen.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada semester I-2012 mencetak laba bersih Rp8,61 triliun meningkat 26,83 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,79 triliun.
"Memang untuk laba ke depan (akhir 2012) mudah-mudahan optimis bisa melebihi target, ya mungkin bisa lebih dari Rp17 triliun," ujar Direktur Utama BRI Sofyan Basir dalam paparan kinerja triwulan II-2012 di Gedung BRI, Jakarta, hari ini.
Selain didukung pendapatan bunga bersih (net interest income) yang naik sebesar 3,1 persen dari Rp16,64 triliun menjadi Rp 17,15 triliun, pendapatan operasional juga didukung pendapatan non bunga yang meningkat 21,92 persen dari Rp2,6 triliun menjadi Rp3,17 triliun.
Dari sisi aset, tercatat bertumbuh 24,53 persen dari Rp370,3 triliun menjadi Rp461,14 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) hampir bertumbuh 26 persen dari Rp294,63 triliun menjadi Rp371,14 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit naik 14,67 persen dari Rp265,82 triliun menjadi Rp304,81 triliun.
Untuk rasio-rasio keuangan lainnya tercatat, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 16 persen, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) 8,49 persen, dan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 61,81 persen.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross 2,38 persen, return on asset (ROA) 4,87 persen, dan return on equity (ROE) 36,93 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




