Laba Bersih BTN Naik 39,59 Persen
Selasa, 14 Agustus 2012 | 21:49 WIB
Naiknya kredit menjadi pemicu kenaikan laba bank yang memfokuskan pada pembiayaan rumah ini.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) hingga semester I-2012 membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 39,59 persen menjadi Rp659 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp472 miliar.
Naiknya kredit menjadi pemicu kenaikan laba bank yang memfokuskan pada pembiayaan rumah ini.
"Pertumbuhan laba ditopang kredit yang meningkat 27,70 persen menjadi Rp72,09 triliun dari Rp56,45 triliun," kata Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede, dalam jumpa pers paparan kinerja semester I-2012 di Menara BTN, di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, dengan pertumbuhan kredit yang di atas industri sebesar 26 persen, pendapatan bunga juga meningkat. Pendapatan bunga tercatat meningkat 20,37 persen dari Rp3,62 triliun menjadi Rp4,35 triliun.
“Pendapatan bunga yang meningkat ini lebih tinggi dibanding kenaikan biaya dana, sehingga membuat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII). NII tercatat meningkat 34,15 persen dari Rp1,69 triliun menjadi Rp2,27 triliun,” kata Saut.
Di sisi lain, pemicu naiknya laba yaitu perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross yang turun hampir 1 persen dari 3,46 persen menjadi 2,42 persen. Hal itu membuat perseroan meraih tingkat bunga yang lebih baik.
Faktor margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang meningkat secara (year on year/yoy) dari 5,37 persen dari 5,89 persen turut membantu pertumbuhan laba. “Tahun 2012, hanya ada satu kali penurunan BI rate oleh Bank Indonesia (BI), sisanya BI rate terus flat. Sebab itu, NIM kami membaik,” kata Saut.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) hingga semester I-2012 membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 39,59 persen menjadi Rp659 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp472 miliar.
Naiknya kredit menjadi pemicu kenaikan laba bank yang memfokuskan pada pembiayaan rumah ini.
"Pertumbuhan laba ditopang kredit yang meningkat 27,70 persen menjadi Rp72,09 triliun dari Rp56,45 triliun," kata Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede, dalam jumpa pers paparan kinerja semester I-2012 di Menara BTN, di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, dengan pertumbuhan kredit yang di atas industri sebesar 26 persen, pendapatan bunga juga meningkat. Pendapatan bunga tercatat meningkat 20,37 persen dari Rp3,62 triliun menjadi Rp4,35 triliun.
“Pendapatan bunga yang meningkat ini lebih tinggi dibanding kenaikan biaya dana, sehingga membuat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII). NII tercatat meningkat 34,15 persen dari Rp1,69 triliun menjadi Rp2,27 triliun,” kata Saut.
Di sisi lain, pemicu naiknya laba yaitu perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross yang turun hampir 1 persen dari 3,46 persen menjadi 2,42 persen. Hal itu membuat perseroan meraih tingkat bunga yang lebih baik.
Faktor margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang meningkat secara (year on year/yoy) dari 5,37 persen dari 5,89 persen turut membantu pertumbuhan laba. “Tahun 2012, hanya ada satu kali penurunan BI rate oleh Bank Indonesia (BI), sisanya BI rate terus flat. Sebab itu, NIM kami membaik,” kata Saut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




