ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Peternak Unggas Binaan SIG Kian Berkembang di Masa Pandemi

Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:13 WIB
AA
FH
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FER
Darmadi, Ketua kelompok peternak ayam petelur Telaga Agung di Desa Temandang, Tuban, Jawa Timur, Selasa (11/8/2020).
Darmadi, Ketua kelompok peternak ayam petelur Telaga Agung di Desa Temandang, Tuban, Jawa Timur, Selasa (11/8/2020). (Beritasatu Photo/Dok. SIG)

Surabaya, Beritasatu.com - Usaha kelompok peternak unggas yang tergabung dalam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mitra binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Tuban, Jawa Timur, kian berkembang di masa pendemi Covid-19 karena permintaan hasil produksi ayam petelur mereka terus meningkat.

Baca Juga: Semen Gresik Majukan UMKM Lewat Rumah BUMN

"Kelompok kami pun siap mengembangkan usaha ini secara mandiri dan berencana akan membuat peternakan yang lebih besar dengan memelihara 1.000 ekor ayam petelur," ujar Darmadi, Ketua kelompok peternak ayam petelur Telaga Agung di Desa Temandang, Tuban, Rabu (12/8/2020).

Darmadi menjelaskan, berkembangnya usaha ayam petelur tak lepas dari campur tangan SIG yang telah menyalurkan bantuan modal sebesar Rp 65 juta. Dana tersebut oleh kelompoknya digunakan untuk membuat kandang dan membeli 400 ayam petelur.

ADVERTISEMENT

"Peternak juga memperoleh bekal pengetahuan yang cukup tentang berternak unggas yang baik saat selama mengikuti pelatihan dan pendampingan. Kini usaha kelompok kami dalam sehari mampu menghasilkan telur hingga 18 kilogram," tandas Darmadi.

Baca Juga: Komut Semen Indonesia: Transparansi Cegah Korupsi

Ahmad Tono Rifai, anggota Organisasi Peternak Entok Ngobongan (OPEN) di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban menyatakan, sebelum bergabung dengan program pemberdayaan masyarakat dan menjadi UMKM binaan SIG, usaha yang dijalankan hanya mengandalkan iuran para anggota.

"Namun, sejak bergabung dengan program pemberdayaan SIG, kelompok kami mendapat bantuan modal sebesar Rp 25 juta yang digunakan untuk pembuatan kandang, membeli 200 ekor entok dan pakan. Kini usaha kami telah berkembang dan memberi manfaat bagi anggota ternak unggas," ungkap Rifai.

General Manager of CSR SIG, Edy Saraya, mengungkapkan, saat pandemi Covid-19 sekarang, peluang usaha ayam petelur sangat menjanjikan, telur merupakan lauk pauk yang paling diburu oleh ibu-ibu saat belanja, karena harganya relatif terjangkau, pemasaran untuk produk telur ini pun sangat lancar.

Baca Juga: SIG Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

"Melalui pemberdayaan UMKM ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para kelompok masyarakat untuk pengembangan usaha serta meningkatkan kinerja. Sehingga para pelaku usaha mampu bersaing serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini," jelasnya.

Menurut Edy, SIG telah mengelompokkan UMKM binaan di sekitar operasional Pabrik Tuban dalam beberapa klaster sesuai dengan bidang usaha, diantaranya klaster konveksi, perikanan, olahan makanan, peternakan kambing dan unggas.

"Kita terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM mitra binaan. Kita memberikan modal usaha, pelatihan, studi banding serta memberikan pendampingan. Manfaat itu telah dirasakan oleh UMKM kelompok peternak yang tergabung dalam klaster unggas binaan SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur," tandas Edy.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

400 Ayam Bumdes Hasilkan Ratusan Telur, Desa Ini Jadi Contoh

400 Ayam Bumdes Hasilkan Ratusan Telur, Desa Ini Jadi Contoh

NUSANTARA
Harga Ayam dan Telur Dijaga lewat MBG-SPPG, Peternak Diuntungkan

Harga Ayam dan Telur Dijaga lewat MBG-SPPG, Peternak Diuntungkan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon