ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diapresiasi, Langkah Pertamina Tidak PHK Karyawan

Jumat, 28 Agustus 2020 | 19:02 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Ilustrasi Pertamina
Ilustrasi Pertamina (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah Pertamina dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan mendapatkan apresiasi, meski BUMN tersebut dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp 11 triliun.

Anggota Komisi VII DPR HM Ridwan Hisjam mengatakan, kerugian yang dialami oleh Pertamina pada semester I 2020 sebesar Rp 11 triliun tersebut wajar di tengah krisis ekonomi global akibat dampak pandemi Covid-19, sehingga turut menurunkan permintaan terhadap migas.

"Krisis ekonomi yang terjadi sekarang lebih dahsyat dibandingkan 1998. Hampir di seluruh negara di dunia mengalami krisis ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Perusahaan-perusahaan migas lain, bahkan perusahaan multinasional di luar minyak, juga mengalami kerugian. Saat krisis 1998 tidak semua. Negara Asia juga hanya sebagian," ujar Ridwan di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, Pertamina patut memperoleh apresiasi sebab dalam situasi sangat berat seperti sekarang, BUMN energi itu tidak melakukan PHK terhadap para pegawainya. Padahal, pada saat bersamaan, sudah sekitar 26 juta orang terkena PHK.

"Harus diapresiasi karena bisa mempertahankan tidak ada PHK. Sebaiknya membahas hal itu, karena lebih penting daripada (mempersoalkan) kerugian. Jika terjadi PHK ribuan orang di Pertamina, beban negara bisa ikut bertambah. Mungkin lebih mahal daripada kerugian itu sendiri," katanya.

Ridwan menambahkan, masalah untung rugi dalam dunia usaha adalah hal yang lumrah oleh karena itu manejemen Pertamina tak perlu khawatir dengan masalah ini. Pandemi Covid-19, lanjutnya, memang tidak bisa diprediksi dan kejadian ini baru terjadi pada Februari 2020. Sementara, pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Pertamina yang disusun pada Desember 2019, faktor pandemi sama sekali tak diperhitungkan.

Ridwan juga menilai Pertamina sudah menjalankan manajemen dengan cukup baik. Untuk itu, jika ada suara keras dari anggota DPR mengkritik kinerja Pertamina, selayaknya harus dianggap sebagai masukan bagi pihak manajemen migas BUMN ini.

Untuk itu, dia meminta Pertamina terus bekerja sesuai program kerja dan tidak terpengaruh dengan situasi saat ini. Pertamina, sambung Ridwan, harus bisa bekerja melayani masyarakat dari hulu hingga hilir.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

EKONOMI
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

EKONOMI
Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

BANTEN
Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

JAWA TENGAH
Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

EKONOMI
Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon