ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gubernur BI: Krisis Covid-19 Telah Terlewati

Kamis, 3 Desember 2020 | 11:37 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan paparan pada acara
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan paparan pada acara "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020" di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa masa kritis perekonomian Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19 telah terlewati. Hal itu berdasarkan beberapa indikator ekonomi Indonesia yang menunjukkan arah perbaikan.

Hal itu disampaikan Perry dalam acara "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020" yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis (3/12/2020). Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut memberikan arahan dalam acara tersebut.

Perry mengatakan, perbaikan ekonomi terjadi sejalan dengan sinergi yang kuat antara berbagai otoritas kebijakan. Kondisi itu membuat stabilitas perekonomian nasional dapat terjaga dengan baik. Menurutnya, sinergisitas itu perlu diperkuat lagi dalam rangka membangun optimisme agar ekonomi lebih baik ke depan menuju Indonesia maju.

ADVERTISEMENT

Gubernur BI optimistis bahwa perekonomian Indonesia akan semakin membaik pada kuartal IV/2020 dan akan kembali positif pada kisaran pertumbuhan 4,8% hingga 5,8% pada 2021. Hal itu juga ditopang oleh pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah yang terus meningkat.

Disebutkan, pemulihan ekonomi ke depan akan didukung oleh kenaikan ekspor dengan perbaikan ekonomi global, konsumsi dengan stimulus belanja sosial dari pemerintah, investasi dengan stimulus belanja modal, dan investasi swasta dengan UU Cipta Kerja, serta meningkatnya mobilitas manusia dengan adanya vaksinasi.

Sementara, untuk perekonomia global, Perry mengatakan, juga terus menunjukkan perbaikan. Hal itu terlihat dari perekonomian Tiongkok dan AS yang semakin membaik didukung oleh stimulus fiskal dan moneter yang meningkat, membaiknya mobilitas masyarakat, dan aktivitas perekonomian.

Ketidakpastian pasar keuangan global juga mereda. Hal itu tercermin dari aliran modal asing yang kembali masuk ke negara emerging market. Tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berkurang berkat melimpahnya likuiditas global dan kebijakan suku bunga rendah yang diterapkan negara maju.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Bongkar Penyebab Rupiah Melemah Saat Ekonomi Tumbuh

BI Bongkar Penyebab Rupiah Melemah Saat Ekonomi Tumbuh

EKONOMI
Disetujui Prabowo, Ini 7 Langkah BI Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Disetujui Prabowo, Ini 7 Langkah BI Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

EKONOMI
Dunia Tak Baik-baik Saja, Bos BI Ungkap 3 PR Ekonomi RI

Dunia Tak Baik-baik Saja, Bos BI Ungkap 3 PR Ekonomi RI

EKONOMI
BI Yakin Rupiah Stabil dan Menguat Didukung Fundamental Kuat

BI Yakin Rupiah Stabil dan Menguat Didukung Fundamental Kuat

EKONOMI
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Borong SBN Rp 111,54 Triliun pada 2026

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Borong SBN Rp 111,54 Triliun pada 2026

EKONOMI
Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

Bertemu IMF dan World Bank, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon