Mandiri Sekuritas Tangani Enam Emisi Obligasi Rp3 Triliun
Selasa, 18 September 2012 | 19:40 WIB
Hingga akhir Agustus 2012, Mansek menangani 16 emisi obligasi dengan nilai sekitar Rp4-5 triliun.
PT Mandiri Sekuritas (Mansek) akan menangani penerbitan emisi obligasi enam perusahaan senilai total Rp 2-3 triliun.
Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Iman Rachman mengungkapkan keenam emiten obligasi tersebut berasal dari sektor pembiayaan, properti, serta minyak dan gas. “Mereka akan pakai laporan keuangan Juni 2012, target penerbitan pada kuartal akhir tahun ini,” ujar Iman di Jakarta, Selasa (18/9).
Iman menyebutkan, hampir semua obligasi berdenominasi rupiah dan berjenis penawaran umum berkelanjutan (PUB). “Dana obligasi kebanyakan untuk ekspansi dan refinancing,” kata Iman.
Hingga akhir Agustus 2012, Mansek menangani 16 emisi obligasi dengan nilai sekitar Rp4-5 triliun. Dengan demikian, hingga akhir tahun perseroan akan menangani penerbitan 22 obligasi. Jumlah tersebut melebihi penjaminan emisi yang dilakukan Mansek sepanjang tahun lalu sebanyak 14 penjaminan emisi.
Menurut Iman, prospek obligasi hingga akhir tahun ini masih akan besar menyusul terkendalinya inflasi. Kondisi ini membuat investor mencari instrumen investasi yang memiliki return tinggi, yakni surat utang.
Presiden Direktur Mansek Harry Supoyo pernah mengatakan, perseroan akan menangani delapan penjaminan emisi penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) pada semester kedua tahun ini.
“Dalam pipeline kami terdapat delapan emisi IPO dengan size rata-rata sekitar Rp 1-3 triliun,” kata Harry beberapa waktu lalu.
Harry menyebutkan, sejumlah calon emiten yang akan ditangani perseroan antara lain adalah PT Citra Borneo Indah dan Expressindo Trasindo Utama yang direncanakan IPO pada kuartal empat tahun ini. Selain itu, perseroan juga telah mendapatkan mandat menjadi joint lead underwriter untuk IPO PT Semen Baturaja (Persero).
Harry mengungkapkan, perseroan menargetkan dapat menjamin emisi sampai Rp13 triliun sepanjang tahun ini. Dengan kinerja tersebut, kata Harry, Mansek akan menjadi penguasa pasar penjaminan emisi.
Saat ini pangsa pasar penjaminan emisi perseroan mencapai 11,7 persen. Sementara untuk pasar obligasi sebesar 13,9 persen. “Untuk equity kami berada di posisi tiga, di bawah sekuritas asing dengan pangsa pasar 12,7 persen,” papar Harry.
PT Mandiri Sekuritas (Mansek) akan menangani penerbitan emisi obligasi enam perusahaan senilai total Rp 2-3 triliun.
Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Iman Rachman mengungkapkan keenam emiten obligasi tersebut berasal dari sektor pembiayaan, properti, serta minyak dan gas. “Mereka akan pakai laporan keuangan Juni 2012, target penerbitan pada kuartal akhir tahun ini,” ujar Iman di Jakarta, Selasa (18/9).
Iman menyebutkan, hampir semua obligasi berdenominasi rupiah dan berjenis penawaran umum berkelanjutan (PUB). “Dana obligasi kebanyakan untuk ekspansi dan refinancing,” kata Iman.
Hingga akhir Agustus 2012, Mansek menangani 16 emisi obligasi dengan nilai sekitar Rp4-5 triliun. Dengan demikian, hingga akhir tahun perseroan akan menangani penerbitan 22 obligasi. Jumlah tersebut melebihi penjaminan emisi yang dilakukan Mansek sepanjang tahun lalu sebanyak 14 penjaminan emisi.
Menurut Iman, prospek obligasi hingga akhir tahun ini masih akan besar menyusul terkendalinya inflasi. Kondisi ini membuat investor mencari instrumen investasi yang memiliki return tinggi, yakni surat utang.
Presiden Direktur Mansek Harry Supoyo pernah mengatakan, perseroan akan menangani delapan penjaminan emisi penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) pada semester kedua tahun ini.
“Dalam pipeline kami terdapat delapan emisi IPO dengan size rata-rata sekitar Rp 1-3 triliun,” kata Harry beberapa waktu lalu.
Harry menyebutkan, sejumlah calon emiten yang akan ditangani perseroan antara lain adalah PT Citra Borneo Indah dan Expressindo Trasindo Utama yang direncanakan IPO pada kuartal empat tahun ini. Selain itu, perseroan juga telah mendapatkan mandat menjadi joint lead underwriter untuk IPO PT Semen Baturaja (Persero).
Harry mengungkapkan, perseroan menargetkan dapat menjamin emisi sampai Rp13 triliun sepanjang tahun ini. Dengan kinerja tersebut, kata Harry, Mansek akan menjadi penguasa pasar penjaminan emisi.
Saat ini pangsa pasar penjaminan emisi perseroan mencapai 11,7 persen. Sementara untuk pasar obligasi sebesar 13,9 persen. “Untuk equity kami berada di posisi tiga, di bawah sekuritas asing dengan pangsa pasar 12,7 persen,” papar Harry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




