ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bursa Asia Mixed, Tiongkok Rilis Aturan Anti-Monopoli Perusahaan Teknologi

Senin, 8 Februari 2021 | 08:18 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham Asia.
Ilustrasi bursa saham Asia. (AFP/Kazuhiro Nogi)

Singapura, Beritasatu.com - Bursa Asia-Pasifik beragam (mixed) pada perdagangan Senin pagi (8/2/2021) karena investor akan memantau saham raksasa teknologi Tiongkok setelah rilis aturan anti-monopoli baru pada akhir pekan.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,57% di awal perdagangan, sementara indeks Topix menguat 1,6%. Kospi Korea Selatan turun 0,89%.

Sementara bursa saham di Australia S&P/ASX 200 naik sekitar 0,6%. Indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan sedikit menguat.

Investor akan mengamati saham raksasa teknologi Tiongkok Alibaba, Tencent dan JD.com yang terdaftar di bursa Hong Kong pada Senin. Hal itu terjadi setelah Administrasi Negara Tiongkok merilis peraturan baru untuk menekan layanan internet terkemuka di negara itu seperti Alibaba's Taobao atau Tencent’s WeChat Pay, menurut Reuters.

ADVERTISEMENT

Sementara Presiden AS Joe Biden mengatakan pemerintahannya siap menghadapi persaingan ekstrim dengan Tiongkok, melalui pendekatan yang berbeda dengan Trump.

"Saya tidak akan melakukan (pendekatan) seperti yang dilakukan Trump. Kami akan fokus pada aturan internasional," kata Biden dalam wawancara CBS yang diterbitkan Minggu.

Biden juga mengatakan dirinya belum berbicara dengan Presiden Tiognkok Xi Jinping sejak dia dilantik bulan lalu.

Mata Uang dan Minyak
Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap mata uang lainnya, berada di 90,988 dari level di atas 91,2.

Yen Jepang diperdagangkan pada 105,37 per dolar, setelah melemah pekan lalu dari level di bawah 104,8 melawan greenback. Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,7676 setelah lonjakan pekan lalu dari level di bawah 0,762.

Harga minyak naik pada Senin pagi di perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent menguat 0,98% menjadi US$ 59,92 per barel. Minyak mentah berjangka AS bertambah 1,06% menjadi US$ 57,45 per barel.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bursa Asia Bervariasi, Kospi Melonjak 4,45 Persen hingga Cetak Rekor

Bursa Asia Bervariasi, Kospi Melonjak 4,45 Persen hingga Cetak Rekor

EKONOMI
Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

EKONOMI
Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street di Tengah Perang AS-Iran

Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street di Tengah Perang AS-Iran

EKONOMI
Bursa Asia Menguat Dipicu Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Bursa Asia Menguat Dipicu Harapan Pembukaan Selat Hormuz

EKONOMI
Pidato Trump Soal Serangan ke Iran Bikin Bursa Asia Rontok Berjemaah

Pidato Trump Soal Serangan ke Iran Bikin Bursa Asia Rontok Berjemaah

EKONOMI
Bursa Asia Beragam, Ketegangan Iran-AS Tekan Sentimen Pasar

Bursa Asia Beragam, Ketegangan Iran-AS Tekan Sentimen Pasar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon