Sri Mulyani Sebut Percepatan Vaksinasi Berdampak pada Perekonomian
Rabu, 17 Februari 2021 | 05:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah terus mengupayakan agar proses vaksinasi Covid-19 berjalan cepat dan tepat sehingga bisa memberikan perlindungan ke masyarakat dan pemulihan ekonomi bisa berjalan. Vaksinasi juga menjadi salah satu game changer terhadap perekonomian domestik.
"Kami akan terus mengakselerasi dengan ketersediaan vaksin yang akan dilakukan procurement dalam kuartal I dan II nanti," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara pertemuan dengan para Pemimpin Redaksi secara virtual pada Selasa (16/2/2021) malam.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Selasa (16/2/2021) vaksinasi tahap satu sudah dilakukan terhadap 1.120.963 orang dan vakinasi tahap dua telah dilakukan terhadap 537.147. Adapun total sasaran vaksinasi sebanyak 181.154.465.
Sri Mulyani mengatakan vaksinasi diberikan secara gratis agar bisa mencapai kekebalan masal (herd immunity) di tahun 2021 ini. Menurutnya Indonesia termasuk dari sedikit negara yang sudah mulai melakukan vaksinasi di tahun 2021. Vaksinasi diberikan dengan tahap pertama yaitu petugas kesehatan diikuti petugas pelayanan publik, kelompok orang lanjut usia (lansia), masyarakat rentan dan masyarakat lain.
"Akses vaksin ini tujuannya memberikan jaminan agar herd immunity bisa terjadi. Kebijakan vaksin yang ditetapkan Presiden adalah memberikan vaksin gratis, dengan tujuan agar tidak ada masyarakat Indonesia yang tidak mau divaksin karena tidak punya uang," ucap Sri Mulyani
Pemerintah menganggarkan Rp 58 triliun untuk pengadaan vaksin di tahun 2021 ini. Dari jumlah ini, khusus untuk pengadaan vaksin sebesar Rp 50,2 triliun dan sisanya untuk distribusi, sistem informasi dan pelaksanaan ke daerah sampai puskesmas. Mengenai vaksinasi mandiri oleh pihak swasta pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan. "Namun kita tetap menyediakan sesuai dengan herd immunity yang dibutuhkan yaitu Rp 181 juta kali dua dosis dengan sistem informasi, logistik dan tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi," ucapnya.
Sebelumnya Menteri PPN/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan kondisi pandemi Covid-19 baru bisa dikendalikan pada September 2021. Dengan catatan proses vaksinasi berjalan lancar sehingga jumlah penderita Covid-19 bisa ditekan. "Diharapkan mulai September wabah mulai terkendali dan pada waktu itu ekonomi mulai berjalan lebih cepat. Kita harus jaga optimisme ini, meskipun ini bukan berarti herd immunity-nya telah tercapai," ucap Suharso.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




