Fokus Pasar: Insentif PPnBM Berkontribusi 1% pada Pertumbuhan Ekonomi
Rabu, 3 Maret 2021 | 08:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com -Para pelaku pasar di bursa mencermati pernyataan pemerintah mengenai insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan roda dua, roda empat dan perumahan dapat berkontribusi hingga 1% terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.
"Pasar akan cermati sejumlah stimulus pemerintah akan memicu pertumbuhan ekonomi," dalam riset harian Pilarmas Sekuritas, Rabu (3/3/2021).
Pilarmas Sekuritas menilai, pelemahan daya beli masyarakat yang diiringi meningkatnya jumlah pengangguran akibat efisiensi industri memerlukan stimulus guna menutup ruang antara pelaku usaha dan juga masyarakat.
"Pemerintah melihat ada potensi pertumbuhan secara langsung sekitar 0,9% hingga 1% dengan multiplier efek yang juga akan berdampak pada naiknya produktivitas perusahaan yang berkaitan dengan industri tersebut," ujar Pilarmas.
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus tersebut dapat mendorong daya beli masyarakat sehingga mengembalikan penjualan yang melambat sebagai dampak pandemi. Seperti yang diketahui pada tahun ini pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 4,5 hingga 5,5%.
Secara rinci, untuk sektor otomotif, pemerintah menargetkan utilisasi dan penjualan capai 1 juta, sehingga bisa menjadi kontributor ekspor dan bersaing di pasar global. "Sedangkan, pada sektor properti stimulus ini diharapkan meningkatkan kinerja penjualan para emiten properti yang sebelumnya menurun 21% secara keseluruhan," kata dia.
Airlangga melanjutkan, penurunan kinerja penjualan emiten properti itu diimbangi dengan penurunan dari harga jual dimana kenaikan harga tercatat 1,43%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada rumah dengan tipe kecil yang naik sebesar 1,87%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




