Ekonomi Indonesia Lebih Hebat Dari AS
Kamis, 27 September 2012 | 07:40 WIB
Indonesia pernah mengalami krisis parah tahun 1998. Belajar dari krisis tersebut, Indonesia tetap bisa melangkah dengan hebat sampai saat ini
Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mampu bertahan di tengah krisis Eropa. Ekonomi Indonesia bahkan lebih baik dari Amerika Serikat dan dapat mengalahkan Tiongkok dalam 10 tahun mendatang bila masalah infrastruktur dibereskan. Itulah sebabnya, Indonesia akan menjadi the new economic market.
“Indonesia pernah mengalami krisis parah tahun 1998. Belajar dari krisis tersebut, Indonesia tetap bisa melangkah dengan hebat sampai saat ini, walaupun pada 2008 mengalami perlambatan. Tetapi saat ini, Indonesia menjadi negara baru dengan perekonomian yang selalu berkembang,” ujar peraih Nobel bidang ekonomi, Thomas J Sargent dalam seminar bertajuk Banking Industry in an Extremely Dynamic World: Becoming Prospereous and Proper di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, kemarin.
Menurut Sargent, pengelolaan makro dan mikro ekonomi di Indonesia dilakukan secara prudent sehingga mampu mengantisipasi krisis. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai lebih dari 6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia yang hanya tumbuh sekitar 3 persen.
Dia menjelaskan, meskipun sekarang masih di bawah Tiongkok, peluang perekonomian Indonesia untuk bisa sejajar dengan Negeri Tirai Bambu itu sangat besar. “Sekitar 10 tahun lagi Indonesia bisa menjadi lebih hebat asalkan masalah seperti infrastruktur bisa dibereskan,” ungkap dia.
Sargent berpendapat, dalam kondisi infrastruktur masih lemah, perekonomian Indonesia bisa tumbuh tinggi. Dia melihat fundamental ekonomi Indonesia aman terlihat dari belanja pemerintah, neraca keuangan, serta rasio utang perbankan nasional.
Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mampu bertahan di tengah krisis Eropa. Ekonomi Indonesia bahkan lebih baik dari Amerika Serikat dan dapat mengalahkan Tiongkok dalam 10 tahun mendatang bila masalah infrastruktur dibereskan. Itulah sebabnya, Indonesia akan menjadi the new economic market.
“Indonesia pernah mengalami krisis parah tahun 1998. Belajar dari krisis tersebut, Indonesia tetap bisa melangkah dengan hebat sampai saat ini, walaupun pada 2008 mengalami perlambatan. Tetapi saat ini, Indonesia menjadi negara baru dengan perekonomian yang selalu berkembang,” ujar peraih Nobel bidang ekonomi, Thomas J Sargent dalam seminar bertajuk Banking Industry in an Extremely Dynamic World: Becoming Prospereous and Proper di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, kemarin.
Menurut Sargent, pengelolaan makro dan mikro ekonomi di Indonesia dilakukan secara prudent sehingga mampu mengantisipasi krisis. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai lebih dari 6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia yang hanya tumbuh sekitar 3 persen.
Dia menjelaskan, meskipun sekarang masih di bawah Tiongkok, peluang perekonomian Indonesia untuk bisa sejajar dengan Negeri Tirai Bambu itu sangat besar. “Sekitar 10 tahun lagi Indonesia bisa menjadi lebih hebat asalkan masalah seperti infrastruktur bisa dibereskan,” ungkap dia.
Sargent berpendapat, dalam kondisi infrastruktur masih lemah, perekonomian Indonesia bisa tumbuh tinggi. Dia melihat fundamental ekonomi Indonesia aman terlihat dari belanja pemerintah, neraca keuangan, serta rasio utang perbankan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




