Tanggapan Sri Mulyani Soal Perempuan Diupah Lebih Rendah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tanggapan Sri Mulyani Soal Perempuan Diupah Lebih Rendah

Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:22 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Di Indonesia, perempuan masih diupah lebih rendah dari laki-laki. Menurut Survei Angkatan Kerja Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020, perempuan memiliki pendapatan 23% lebih rendah dari laki-laki. Pendidikan saja ternyata juga tidak dapat menutup kesenjangan upah berdasarkan gender. Pekerja perempuan dengan gelar sarjana mendapatkan penghasilan yang cukup rendah dibandingkan laki-laki.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, kondisi upah perempuan yang lebih rendah dari laki-laki ini sebetulnya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain di dunia.

“Ini karena di dalam normal sosial dan budaya dari perusahaan atau masyarakat karena dominasi dari laki-laki seringkali secara taken for granted bahwa laki-laki ya pantasnya dibayar segini, kalau perempuan oh nanti sebentar lagi dia hamil, dia cuti, segala macam, jadi ada alasan saja. Kalau undang-undangnya sudah jelas, realitanya tidak, ya karena diversity di dalam decision making process-nya tidak ada,” kata Sri Mulyani dalam acara Dialog Intergenerasional “Women and Girls : Game Changer in Development” yang digelar virtual, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Sri Mulyani, bias gender akan muncul bila ada dominasi dari laki-laki. Sekedar gender-neutral, menurutnya juga tidaklah cukup.

“Kalau masih didominasi oleh laki-laki, walaupun ada undang-undangnya, di dalam implementasinya itu bias gender akan muncul. Makanya kalau sekarang kita sering bilang harus gender-neutral, itu saja tidak cukup. Kita bahkan harus little bit bias dengan afirmatif kepada perempuan. Karena kalau gender-neutral itu, ya itu mengoreksi tapi tidak mencukupi,” ungkapnya.

Berbagai perjuangan selama ini memang sudah dilakukan terkait isu gender, mulai dari menggunakan podcast, atau para tokoh ramai-ramai berbicara mengenai betapa tidak adilnya perempuan dibayar lebih rendah, padahal menduduki posisi yang sama.

"Ini banyak, bahkan di perusahan internasional yang selama ini mengadvokasi gender equality pun secara tidak sadar di dalamnya masih mempraktekan hal itu. Bias itu mungkin juga banyak laki-laki yang tidak sadar bahwa itu bias, karena mereka taking for granted ya dari kecil dididik seperti ini. Padahal ini tidak fair untuk gender yang lain,” kata Sri Mulyani.

Karenanya, pemahaman tentang hak yang sama antara laki-laki dan perempuan ini harus ditanamkan sejak dini. “Perlu ada perspektif yang aware, yang sadar bahwa dunia ini diciptakan dengan adanya perbedaan, tetapi harus sama levelnya. Beda itu tidak berarti yang satu ada di bawah. Beda itu ya kayak sandal kiri dan kanan saja, beda tapi sama. Berbagai undang-undang memang bisa kita produce, tetapi implementasinya membutuhkan peranan kita bersama,” kata Sri Mulyani.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2020, kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan di Indonesia sebesar 23%, di mana rata-rata upah buruh/karyawan/pegawai laki-laki sebesar Rp 3,18 juta dibanding perempuan Rp 2,45 juta. Di tengah-tengah pandemi, kesenjangan sedikit menipis menjadi 21% per Agustus 2020. Namun, pada saat yang bersamaan, rata-rata upah juga menurun. Laki-laki menjadi Rp 2,98 juta dan perempuan menjadi Rp 2,35 juta.

Kesenjangan juga terjadi di Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Per Agustus 2020, TPAK laki-laki sebesar 82,4% sementara perempuan hanya 53,3%. Ini bisa diartikan dalam setiap 100 orang penduduk usia kerja, perempuan hanya sekitar 53 orang yang termasuk angkatan kerja.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Intan Fauzi: Saatnya Para Pelaku Usaha Ultra Mikro Dibantu

Intan Fauzi menyampaikan pandangannya terkait progres pembentukan holding ultra mikro (UMi) .

EKONOMI | 22 September 2021

Kemperin Putuskan Pabrik Aice Group Lulus Sertifikasi ISO 9001

Pengakuan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 dan analisis bahaya dan pengendalian titik kritis (HACCP) diterima Aice dari lembaga sertifikasi BBIA Kemperin.

EKONOMI | 22 September 2021

Direktur Utama Garudafood Borong Saham GOOD Rp 2,2 Miliar

Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja melakukan aksi pembelian saham usahanya GOOD sebanyak 6 juta lembar saham.

EKONOMI | 22 September 2021

Bahan Bangunan Inovatif Jadi Elemen Penting Arsitektur Modern

Teknologi bahan bangunan inovatif, turut memiliki peran penting terhadap suksesnya rancangan desain sebuah karya arsitektur.

EKONOMI | 22 September 2021

Ini Cerita di Balik BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Bank Indonesia (BI) pada 20-21 September 2021 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%.

EKONOMI | 22 September 2021

Permintaan Alat Berat Naik, Hexindo Incar Pendapatan US$ 359,42 Juta

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), emiten distributor alat berat hingga akhir 2021 menargetkan pendapatan US$ 359,42 juta dan laba bersih US$ 31,75 juta.

EKONOMI | 22 September 2021

PP Presisi Rombak Jajaran Komisaris

PT PP Presisi Tbk (PPRE), emiten sektor konstruksi resmi memberhentikan secara hormat komisaris Muhammad Toha Fauzi.

EKONOMI | 22 September 2021

Kempupera Bangun Jaringan Irigasi Tersier Lewat Program Padat Karya Tunai

Saluran irigasi tersier di desa Cileunya, Kabupaten Kuningan, dikerjakan melalui program padat karya tunai dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

EKONOMI | 22 September 2021

Rayakan HUT Ke-31, Guardian Berikan Penghargaan kepada Tokoh Inspiratif

Merayakan HUT ke-31, Guardian memberikan penghargaan kepada 31 tokoh yang dianggap memiliki kontribusi serta dampak positif yang nyata dalam kehidupan.

EKONOMI | 22 September 2021

Inovasi Anak Usaha INOV Diganjar Penghargaan Original Rekor Indonesia

Plasticpay memperoleh penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI) sebagai pemecah rekor gerakan pilah sampah dari rumah.

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings