Suku Bunga Tetap, Fed Proyeksi Ekonomi Makin Kuat dan Inflasi Tinggi
Kamis, 18 Maret 2021 | 05:57 WIB
Washington, Beritasatu.com - Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (the Fed) pada Rabu meningkatkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi, tetapi mengindikasikan tidak ada kenaikan suku bunga hingga tahun 2023 meskipun prospek membaik. The Fed juga menilai, pada tahun ini inflasi lebih tinggi.
Seperti yang diharapkan semua pihak, pembuat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) memilih mempertahankan suku bunga pinjaman jangka pendek mendekati nol, sambil melanjutkan program pembelian aset di mana bank sentral setidaknya membeli US$ 120 miliar obligasi sebulan.
Perubahan utama terjadi pada upaya bank sentral memandang ekonomi ke depan dan dampaknya terhadap kebijakan. "Menyusul perlambatan pemulihan, indikator kegiatan ekonomi dan lapangan kerja telah muncul, meskipun sektor-sektor yang paling terpengaruh oleh pandemi tetap lemah. Inflasi terus berjalan di bawah 2%," kata komite tersebut dalam pernyataan pasca-pertemuan.
Produk domestik bruto (PDB) diperkirakan akan meningkat 6,5% pada 2021 sebelum mendingin di tahun-tahun berikutnya, menurut proyeksi ekonomi triwulanan dari anggota Komite Pasar Terbuka Federal. Sementara pada pada 2022 dan 2023 pertumbuhan ekonomi masing-masing 3,3% dan 2,2%, sebelum menetap ke kisaran jangka panjang 2,3%.
Seiring peningkatan PDB, anggota komite memperkirakan pengangguran turun menjadi 4,5% dari level 6,2% saat ini. Angka ini lebih baik dibandingkan perkiraan FOMC 5% pada bulan Desember. Perkiraan untuk 2 tahun berikutnya adalah tingkat pengangguran sebesar 4,2% dan 3,7% sebelum menetap secara jangka panjang di kisaran 4%.
Ekspektasi inflasi inti bergerak lebih tinggi, dimana komite pada 2021 berharap ada kenaikan 2,2% yang diukur dengan pengeluaran konsumsi pribadi. Kemudian diperkirakan turun menjadi 2% pada 2022 dan naik lebih tinggi menjadi 2,1% pada tahun berikutnya, dengan ekspektasi jangka panjang di 2%.
The Fed masih mengharapkan suku bunga acuan tetap tidak berubah hingga tahun 2023. Ketua Fed Jerome Powell memperkirakan inflasi akan naik tahun ini karena pada awal pandemi Covid-19 di 2020 berjalan lembut. Namun dia mengatakan tidak akan cukup untuk mengubah kebijakan hingga inflasi di atas 2% untuk jangka waktu tertentu dan membantu mencapai lapangan kerja yang optimal. "Saya akan mencatat bahwa kenaikan sementara inflasi di atas 2% yang tampaknya akan terjadi tahun ini tidak akan memenuhi standar ini," kata Powell.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




