ASDP Jajaki Melantai di Bursa pada 2022
Jumat, 2 April 2021 | 12:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana melepas saham ke publik lewat mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022 setelah mendapat lampu hijau dari para pemegang saham.
"ASDP berencana melepas saham ke publik lewat mekanisme penawaran umum perdana setelah mendapat lampu hijau dari para pemegang saham untuk mencari pendanaan melalui pasar modal, termasuk opsi melakukan IPO," ungkap Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi dalam keterangan resmi, Kamis (1/4/2021).
Dia mengatakan, dengan semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 di tengah pandemi Covid-19, ASDP pada 2021 fokus melakukan inovasi dan peningkatan layanan berkelanjutan bagi pengguna jasa penyeberangan di seluruh Indonesia. "Ada tiga program prioritas game changer mulai pengembangan Bakauheni melalui Bakauheni Harbour City (BHC), peningkatan market share dengan melakukan akuisisi terhadap perusahaan penyeberangan, dan rencana melakukan persiapan penawaran saham ke publik," ujar Ira.
Menurut Ira, ada pertimbangan utama yang mendasari perseroan melantai di bursa. Salah satunya mengejar target pendapatan lebih Rp 6 triliun pada 2024. Tercatat, pada tahun 2019, ASDP berhasil mencatatkan pendapatan Rp 3,3 triliun dengan laba bersih Rp 315 miliar. Hasil itu tumbuh signifikan dibandingkan tahun 2018 dengan catatan pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun dan laba bersih Rp 255 miliar.
Bakauheni
Selain itu, lanjut Ira, proyek yang juga menjadi fokus pada tahun ini ialah Bakauheni Harbour City yang merupakan pengembangan kawasan pariwisata di simpul konektivitas utama Jawa-Sumatera dalam mendukung Jalan Tol Trans-Sumatera serta mengintegrasikan pelanggan kapal-kapal feri di lintasan Merak-Bakauheni yang pada tahun 2019 sudah mencapai 20 juta penumpang. "Untuk pembangunan tahap pertama tahun 2021, ASDP akan membangun Masjid Bakauheni yang akan didukung Bank Syariah Indonesia," tutur Ira.
Pada tahap 1 akan dilakukan pembangunan Masjid Bakauheni di atas tanah seluas 3,6 hektare dengan total luas bangunan masjid tiga lantai dan area parkir sekitar 9.000 meter yang dapat menampung lebih dari 2.000 jemaah.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, masterplan Kawasan Pariwisata Bakauheni disiapkan sekitar 200 hektare yang akan dilengkapi dengan fasilitas hiburan dan amenitas lainnya seperti Taman Budaya Siger, masjid, resort, perhotelan, Bakauheni Intermoda Terminal, dan pendukung lainnya.
Saat ini sedang dilakukan penyelesaian penyusunan visioning Masterplan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni oleh ASDP dan kesepakatan skema kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung, ASDP, Hutama Karya, dan ITDC dalam satu konsorsium Bersama dalam bentuk joint venture company.
Selain itu, juga telah dilaksanakan penyusunan Peraturan Gubernur Lampung tentang Penugasan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda) sebagai wakil Pemerintah Provinsi Lampung dalam pengelolaan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




