SCNP Targetkan Ekspor 2,2 Juta Unit Vacuum Cleaner ke AS
Jumat, 2 April 2021 | 13:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP) menargetkan ekspor 2,2 juta unit perangkat vacuum cleaner atau penyedot debu ke Amerika Serikat (AS) di sepanjang 2021.
Corporate Secretary Head SCNP, Tumpal Sihombing, mengatakan pada Februari 2021 total vacuum cleaner yang diekspor melalui anak perusahaan SCNP, PT Selaras Donlim Indonesia, mencapai 25.896 unit. Sementara itu, pada Maret 2021, ekspor penyedot debu mencapai lebih dari 40.000 unit.
"Sampai dengan akhir tahun, perseroan telah mempersiapkan infrastruktur produksi dengan mempersiapkan sejumlah assembly line production yang akan dioptimalkan penggunaannya dalam rangka mass production. Konsekuensi positifnya, perseroan akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 600 tenaga kerja domestik," kata Tumpal dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (2/4/2021).
Dalam lima tahun ke depan, Tumpal melanjutkan, perusahaan menargetkan ekspor 2 juta hingga 3 juta unit penyedot debu per tahun. Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat manusia semakin peduli pada kebersihan dan kesehatan sehingga pasar produk ini pun diproyeksi akan mencapai US$ 13.840 juta pada 2026 mendatang. AS diprediksi menjadi pasar terbesar yang pada 2021 vacuum cleaner berpotensi terjual hingga US$ 4.854 juta di sana.
"Pasar penyedot debu di AS diperkirakan bertumbuh 2% (CAGR 2021-2025). Peluang inilah yang dilirik dan digarap oleh SCNP, perseroan telah melakukan ekspor penyedot debu Bissel sejak awal 2021 ke AS. Berdasarkan penilaian salah satu situs online shopping terbesar di dunia The Strategist, Bissel merupakan perangkat penyedot debu terbaik di dunia tahun 2021 dengan harga yang masih sangat terjangkau," imbuhnya.
Selain produk vacuum cleaner, kata Tumpal, SCNP juga memasarkan produk air purifier dengan merek Holmes ke pasar AS. SCNP telah melakukan penetrasi pasar AS untuk produk air purifier sejak 2019 dan diyakini penerimaan masyarakat di sana semakin tinggi. Tumpal meyakini, ekspor SCNP berkontribusi pada perekonomian Indonesia yang akan pulih bertahap dengan dukungan pemerintah utamanya bagi industri manufaktur.
"Secara empiris dalam konteks makro ekonomi, setiap 1% peningkatan total ekspor AS, terjadi peningkatan 0,7% total ekspor Indonesia ke negara tujuan AS. Artinya, jika pasar USA berkembang, ekspor Indonesia juga meningkat," tegasnya.
Menurut Tumpal, kegiatan ekspor SCNP ini berkontribusi secara signifikan bagi perekonomian Indonesia dalam hal masuknya tambahan devisa bagi perekonomian, dan terjadinya transfer teknologi dari Tiongkok ke Indonesia.
"Selain itu, bertambahnya lapangan kerja bagi pasar tenaga kerja domestik, serta semakin dalamnya penetrasi SCNP ke pasar konsumer elektronik di AS," kata Tumpal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




