Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,8%
Selasa, 4 Mei 2021 | 13:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyakini perekonomian pada kuartal II 2021 mulai tumbuh di zona positif pada kisaran 6,9%- 7,8% melalui sejumlah pelaksanaan kebijakan maupun stimulus.
"Proyeksi di kuartal II 2021 pertumbuhan ekonomi cukup tinggi di kisaran 6,9% sampai 7,8%," kata Airlangga dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (4/5/2021).
Ia mengatakan proyeksi itu lebih baik dari perekonomian kuartal I 2021 yang diperkirakan masih tumbuh negatif atau kontraksi pada kisaran 0,5% - 0,3%, meski sejumlah indikator ekonomi menunjukkan pemulihan.
Untuk itu, sebagai upaya menghadapi potensi penguatan dan risiko pelemahan pada pertumbuhan, tambah dia, pemerintah akan mendorong ekonomi sektoral dan spasial melalui penguatan local value chain (LVC). "Penguatan LVC yang berorientasi pada beberapa komoditi strategis, yakni kelapa sawit, karet, industri kimia, industri aluminium, industri elektronik, dan industri alas kaki," katanya.
Selain itu, ia memastikan pemerintah akan mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat untuk mencapai herd-immunity, termasuk mendorong pengadaan vaksin gotong-royong. Prioritas vaksinasi telah dilakukan berdasarkan risiko wilayah atau zonasi risiko, dengan prioritas vaksinasi kepada penerima di wilayah dengan zonamerah (sesuai data Kementerian Kesehatan).
Saat ini, secara historis distribusi vaksin program untuk area Jawa-Bali mampu mencapai 70% dengan area luar Jawa-Bali 30%. Prioritas vaksin diberikan untuk sektor usaha maupun jenis perusahaan tertentu, antara lain yang mempunyai risiko penularan tinggi dan sektor utama penunjang pertumbuhan ekonomi.
Pemberian vaksin juga didahulukan untuk sektor jasa lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat, dan sektor yang cara kerjanya padat karya serta kontak dengan banyak orang.
Hingga akhir April 2021, Indonesia tercatat sudah melakukan 20 juta suntikan kepada masyarakat, atau mampu menembus 10 juta suntikan dalam 2 bulan sejak 26 Maret 2021. "Sekarang saja, dengan segala keterbatasan, tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksin pertama. Diharapkan ke depan akan bisa lebih cepat lagi," ujar Airlangga.
Untuk vaksinasi Gotong Royong, saat ini juga telah diterbitkan Emergency Use Authorization (UEA) masing-masing oleh UEA maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sedangkan untuk aspek kehalalan masih menunggu pembahasan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




