ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Pasar Tunggu Upaya Indonesia Implementasikan Saran Bank Dunia

Senin, 21 Juni 2021 | 09:54 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Logo Bank Dunia.
Logo Bank Dunia. (AFP)

Jakarta, Beritasatu.com  - Pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunggu pemerintah merealisasikan saran Bank Dunia agar ekonomi Indonesia bisa cepat pulih di tengah tekanan pandemi Covid-19 

Riset Pilarmas Sekuritas Senin (21/6/2021) menyatakan Bank Dunia menyebut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Indonesia untuk meningkatkan lapangan kerja di tengah pandemi. Pertama, memberikan dukungan fiskal pada mereka yang kehilangan pekerjaan. "Kedua, meningkatkan tenaga kerja kelas menengah, sehingga produktivitas industri terdongkrak dan dapat mendukung ekonomi secara menyeluruh," kata riset Pilarmas.

Ketiga, meningkatkan skill untuk menunjang kebutuhan industri yang dapat meningkatkan pendapatan kelas menengah bawah. Terakhir, Bank Dunia mengatakan, dorongan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Pasalnya, Bank Dunia memprediksi, pada tahun 2025 mendatang jumlah tenaga kerja perempuan dapat meningkat hingga 59%.

Agar proyeksi tersebut dapat terealisasi, pemerintah Indonesia disarankan untuk membangun layanan untuk memfasilitasi perempuan supaya lebih mudah dalam bekerja.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, data terbaru dari Bank Dunia memperkirakan, ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh 4,4% pada tahun ini dan menguat menjadi 5% pada tahun depan. Proyeksi 5% pada 2022 lebih rendah dari target pemerintah yakni pertumbuhan 5,2% hingga 5,8%.

Di sisi lain, Bank Sentral Jepang (BoJ) memutuskan menggunakan program back financing untuk mendukung perekonomian yang masih tertekan oleh pandemi. Program ini digunakan lebih cepat dari perkiraan para analis, yang rencana digunakan saat pandemi usai. Selain itu, Bank Sentral Jepang juga telah memperpanjang program khusus pemulihan Covid-19 hingga Maret 2022 yang akan dimulai pada bulan September 2021.

"Dengan kebijakan yang tetap stabil, Bank Sentral Jepang diharapkan dapat terus menjaga dan mengawal, serta melakukan stimulus untuk mendorong perekonomian Jepang dapat pulih lebih cepat dan mendorong inflasi ke target yang telah ditetapkan," ujar riset Pilarmas.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indef: Optimisme Fiskal Harus Diiringi Konsolidasi Nyata

Indef: Optimisme Fiskal Harus Diiringi Konsolidasi Nyata

EKONOMI
Bank Dunia Minta Maaf ke Purbaya Soal Proyeksi Ekonomi 4,7 Persen

Bank Dunia Minta Maaf ke Purbaya Soal Proyeksi Ekonomi 4,7 Persen

EKONOMI
Dana Asing Berpotensi Banjiri RI, IMF dan Investor Beri Sinyal Positif

Dana Asing Berpotensi Banjiri RI, IMF dan Investor Beri Sinyal Positif

EKONOMI
Purbaya Ungkap RI Jadi Sorotan Investor Global

Purbaya Ungkap RI Jadi Sorotan Investor Global

EKONOMI
IMF, IEA, dan Bank Dunia: Harga Energi dan Pupuk Akan Tetap Tinggi

IMF, IEA, dan Bank Dunia: Harga Energi dan Pupuk Akan Tetap Tinggi

EKONOMI
Siap Dibangun di Lebak, TPST Sindangmulya Olah 100 Ton Sampah

Siap Dibangun di Lebak, TPST Sindangmulya Olah 100 Ton Sampah

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon