BRI Pimpin Pemberdayaan Holding UMi Perluas Pembiayaan UMKM
Jumat, 23 Juli 2021 | 18:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Holding ultra mikro (UMi) diyakini akan memperkuat fundamental bisnis BRI dan dua perseroan lain yang terlibat, dalam memperluas ekspansi pembiayaan UMKM dan segmen ultra mikro.
"Melalui holding, ketiga entitas perusahaan BUMN yang bersinergi dalam ekosistem ultra mikro akan memimpin pemberdayaan jutaan pelaku UMI dan UMKM," kata Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Danan Dito, melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/7/2021).
Danan mengatakan, dengan terbentuknya holding BUMN UMi ketiga perseroan akan menjadi yang terdepan dalam akselerasi penguatan ekosistem usaha UMi dan UMKM.
PNM dan Pegadaian akan mendapatkan akses pendanaan dan permodalan yang lebih leluasa melalui sokongan dari BRI sebagai induk holding. Hal itu tentunya akan ikut pula mendorong PNM dan Pegadaian memperdalam penetrasi usaha.
"Dengan demikian, PNM dan Pegadaian diharapkan juga akan mampu meningkatkan ekspansi usahanya dalam memberikan pembiayaan yang terjangkau kepada masyarakat khususnya di segmen ultra mikro," ujarnya.
Terkait aksi korporasi rights issue, Danan menilai sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan BRI sebagai induk holding membawahi PNM dam Pegadaian. Dia menyebut nantinya pemerintah akan melakukan setoran modal non-tunai dengan cara mengalihkan kepemilikan saham atas PNM dan Pegadaian ke BRI.
Sebagai perusahaan terbuka, rencana pemerintah tersebut perlu disertai dengan aksi korporasi rights issue oleh BRI. Tujuannya untuk memberikan perlakuan yang setara kepada pemegang saham BRI lainnya.
"Jadi dengan rights issue ini, pemerintah akan tetap dapat menjaga porsi kepemilikannya di BRI melalui setoran modal non-tunai. Dan BRI juga tetap dapat setoran modal dari pemegang saham lainnya," katanya.
Pemberdayaan Usaha Kecil
Sementara itu, Ekonom Universitas Indonesia (UI) Bramantyo Bontas mengatakan holding BUMN UMi sangat menguntungkan tak hanya bagi pelaku UMKM yang sudah eksis. Namun juga banyak manfaatnya bagi pelaku usaha rintisan. "Karena tak sekadar modal saja, tapi memang ada pendampingan yang konkret dari pemerintah," ujar Bram.
Bram mengatakan, proses pendampingan sebagai transfer of knowledge sehingga usaha rintisan akan tumbuh berkembang dan mengalami peningkatan kompetensi.
Menurut Bram, hal itu adalah salah satu keunggulan kehadiran holding BUMN UMi, di mana pemerintah melalui badan usahanya hadir memberikan pemberdayaan terhadap usaha kecil yang selama ini banyak terkendala masalah permodalan.
"Artinya, holding BUMN UMi solusi untuk meningkatkan akses permodalan usaha. Sehingga progres startup-nya terus tumbuh karena kompetensinya meningkat," ujarnya.
Terkait BRI sebagai induk holding, Bram menyebut secara kapasitas dan kapabilitas bank pelat merah tersebut sangat tepat. Jaringan BRI sebagaimana diketahui merupakan paling besar dan luas sehingga dapat menyasar nasabah hingga ke pelosok negeri. "Untuk segmen mikro, tentu BRI jagonya ya. Saya pikir sudah sesuai, on the track," pungkas Bram.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




