Beban Turun, Elnusa Raih Kenaikan Laba 68 Persen Rp80 Miliar
Rabu, 31 Oktober 2012 | 10:40 WIB
Turunnya beban usaha menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan nasional penyedia jasa migas ini.
PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga kuartal III-2012 mencetak pertumbuhan laba 68 persen menjadi Rp80 miliar dari kuartal III-2011 sebesar Rp48 miliar.
Turunnya beban usaha menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan nasional penyedia jasa migas ini.
“Elnusa secara konsisten akan meningkatkan kualitas kinerja dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan peningkatan arus kas,” ujar VP Corporate Secretary Elnusa, Fajriyah Usman, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Dia menjelaskan, hingga kuartal III-2012, laba usaha tercatat melonjak 74 persen menjadi Rp203 miliar dari Rp117 miliar dengan margin laba usaha naik menjadi 6 persen dari kuartal III-2011 sebesar 3 persen.
Pertumbuhan ini diiringi perbaikan komponen biaya. Pada kuartal ketiga tahun ini, beban pokok penjualan berhasil dijaga dengan baik sehingga hanya naik 0,3 persen, jauh di bawah pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 2 persen. "Sedangkan beban usaha justru turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Fajriyah.
Pendapatan usaha mencapai Rp3.481 triliun, atua naik tipis 2 persen dari Rp3.415 triliun. Sementara laba kotor tercatat Rp379 miliar atau naik 18 persen dari Rp322 miliar dengan margin laba kotor tumbuh menjadi 11 persen dari 9 persen.
Adapun arus kas operasi pada kuartal III-2012 mencapai Rp385 miliar naik 282 persen dari Rp100 miliar.
Elnusa per September 2012 berhasil membukukan kontrak jasa seismik sebesar US$240 juta.
Elnusa satu-satunya perusahaan nasional penyedia jasa migas terpadu konsep one-stop-solution. Kompetensi inti Elnusa meliputi jasa seismik (Integrated Geoscience Services), jasa pemboran (Integrated Drilling Services) dan jasa pemeliharaan lapangan migas (Integrated Oilfield Services).
PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga kuartal III-2012 mencetak pertumbuhan laba 68 persen menjadi Rp80 miliar dari kuartal III-2011 sebesar Rp48 miliar.
Turunnya beban usaha menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan nasional penyedia jasa migas ini.
“Elnusa secara konsisten akan meningkatkan kualitas kinerja dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan peningkatan arus kas,” ujar VP Corporate Secretary Elnusa, Fajriyah Usman, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Dia menjelaskan, hingga kuartal III-2012, laba usaha tercatat melonjak 74 persen menjadi Rp203 miliar dari Rp117 miliar dengan margin laba usaha naik menjadi 6 persen dari kuartal III-2011 sebesar 3 persen.
Pertumbuhan ini diiringi perbaikan komponen biaya. Pada kuartal ketiga tahun ini, beban pokok penjualan berhasil dijaga dengan baik sehingga hanya naik 0,3 persen, jauh di bawah pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 2 persen. "Sedangkan beban usaha justru turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Fajriyah.
Pendapatan usaha mencapai Rp3.481 triliun, atua naik tipis 2 persen dari Rp3.415 triliun. Sementara laba kotor tercatat Rp379 miliar atau naik 18 persen dari Rp322 miliar dengan margin laba kotor tumbuh menjadi 11 persen dari 9 persen.
Adapun arus kas operasi pada kuartal III-2012 mencapai Rp385 miliar naik 282 persen dari Rp100 miliar.
Elnusa per September 2012 berhasil membukukan kontrak jasa seismik sebesar US$240 juta.
Elnusa satu-satunya perusahaan nasional penyedia jasa migas terpadu konsep one-stop-solution. Kompetensi inti Elnusa meliputi jasa seismik (Integrated Geoscience Services), jasa pemboran (Integrated Drilling Services) dan jasa pemeliharaan lapangan migas (Integrated Oilfield Services).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




