Pam Mineral Cetak Laba Bersih Rp 32 Miliar
Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT PAM Mineral Tbk (NICL), emiten pertambangan nikel, sepanjang 2020 membukukan laba operasional (audit) Rp 45,8 miliar atau lebih tinggi 36,6% dibandingkan laporan keuangan in-house 2020, yang telah diterbitkan NICL pada sebelumnya Rp 33,5 miliar. Sedangkan laba bersih di tahun 2020 sebesar Rp 32 miliar atau lebih tinggi 12,5% dibandingkan laporan keuangan in-house 2020 sebesar Rp 28,4 miliar.
"Perseroan berkeyakinan kinerja operasional pada tahun 2021 akan lebih meningkat dibandingkan 2020," kata Corporate Secretary PT PAM Mineral Tbk Suhartono dalam keterangan tertulisnya Kamis (19/8/2021).
Selain itu kinerja operasional tahun ini kata dia, diperkuat semakin meningkatnya harga nikel di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020.
Soal peningkatan kinerja audit 2020 kata dia, disebabkan penurunan nilai beban pokok penjualan dari Rp 147,9 miliar. pada laporan in-house menjadi Rp 116,6 miliar pada laporan audit 202, atau lebih rendah 21,2%. Hal ini menopang gross profit dan operating profit lebih besar dibandingkan yang tercatat pada buku in-house. "Margin gross profit dan operating profit NICL masing-masing sebesar 50,3% dan 36,6%," kata dia.
Selain itu, NICL juga mencatatkan nilai aset lancar yang lebih tinggi pada laporan audit. Total nilai aset lancar sebesar Rp 124,1 miliar, lebih tinggi 11,9% dibandingkan dengan nilai aset lancar pada buku in-house 2020 sebesar Rp 110,8 miliar. Kondisi tersebut disebabkan posisi nilai uang muka mengalami kenaikan dari Rp 1,9 miliar menjadi Rp 23,0 miliar. Secara keseluruhan NICL mencatatkan nilai total aset sebesar Rp 189,7 miliar atau lebih tinggi 7,7% dari laporan keuangan in-house.
Di sisi lain, NICL mencatatkan nilai utang sebesar Rp 82,9 miliar atau lebih tinggi sebesar 11,7% dari yang tercatat di posisi laporan keuangan in-house 2020. Peningkatan ini terjadi karena kenaika utang jangka pendek yaitu sebesar 12,3% dari Rp 69,8 miliar menjadi Rp 78,4 miliar. Pada ekuitas sebesar Rp 106,7 miliar, lebih tinggi sebesar 4,7% dari posisi inhouse 2020.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




