ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fokus Tiga Isu, Anggaran Kemenperin untuk Pemulihan Ekonomi

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:03 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo. (Dok Kemenperin.)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengalokasikan anggaran 2022 untuk percepat pemulihan ekonomi dengan tiga fokus utama.

"Terkait pelaksanaan anggaran, kami melihat ada tiga isu yang harus diperhatikan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian Dody Widodo yang mewakili Menteri Perindustrian pada acara Kick Off Pelaksanaan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Lingkungan Kementerian Perindustrian Tahun 2022, Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Kemenperin Bertekad Tekan Defisit Neraca Perdagangan Industri Kimia

Dody menyampaikan, isu pertama adalah partisipasi publik. "Dalam negara demokrasi, tata kelola pemerintahan harus menjadikan partisipasi sebagai bagian tak terpisahkan. Sebab, partisipasi dapat memberikan pengaruh positif terhadap kinerja kebijakan dan kepuasan publik," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Isu kedua adalah akuntabilitas, yang terdiri dari tiga aspek, yaitu tata kelola APBN, organisasi, dan individu. "Pada aspek tata kelola APBN, kami tidak banyak menyimpan kekhawatiran mengingat Kemenperin telah mencetak berbagai prestasi yang membanggakan," ungkap Dody.

Aspek akuntabilitas selanjutnya adalah organisasi, yang terkait transparansi kinerja Kemenperin baik pada input, proses, output, maupun outcome. "Ini sangat terkait dengan isu ketiga yang ingin kami sampaikan, yaitu isu efektivitas kebijakan," sebut Dody.

Menurut Sekjen Kemenperin, efektivitas kebijakan harus juga dijadikan sebagai isu sentral dalam pelaksanaan anggaran karena sepatutnya dapat mencegah penggunaan uang negara untuk berbagai program yang tidak memberikan dampak atau manfaat yang memadai. "Aspek terakhir adalah akuntabilitas individu yang berkenaan dengan komitmen dan tanggung jawab individu pegawai terhadap pencapaian hasil," tandasnya.

Baca Juga: Kemenperin Terus Dorong Pengembangan Industri Pengolahan Buah

Dalam hal ini, pembangunan profesionalitas dan kapasitas di kalangan pegawai perlu diperkuat agar dalam melaksanakan tugas mereka menggunakan prinsip-prinsip keilmuan dan juga pengalaman. "Mulai tahun ini, Kemenperin akan menyelenggarakan Executive Partnership Program, yaitu program pengembangan kapasitas pegawai yang berbasis pada pengalaman di lapangan dan berorientasi pada pemecahan masalah terkait dengan pembangunan industri manufaktur nasional," paparnya.

Sekjen Kemenperin berharap, di tahun 2022 ini para Kepala Satuan Kerja dapat mempertahankan kinerja dalam penyerapan anggaran dan sekaligus memastikan pencapaian output dan outcome pada setiap program dan kegiatan. "Terkait dengan penyerapan anggaran, kami akan memantau penyerapan anggaran Semester I Tahun 2022 dengan target serapan anggaran sebesar 50% dan proses pengadaan Barang/Jasa selesai pada bulan Juni Tahun 2022," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Kemenperin Masrokhan mengemukakan, kegiatan kickoff meeting anggaran ini sangat penting untuk memberikan pesan kepada masing-masing unit kerja maupun satuan kerja di lingkungan Kemenperin dalam menjalankan strategi pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien. "Sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap pencapaian tujuan pembangunan industri sebagaimana indikator-indikator yang tertuang dalam Renstra Kementerian Perindustrian," terangnnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp 2 T untuk Biayai 255 Kegiatan

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp 2 T untuk Biayai 255 Kegiatan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon