ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Melemah Pasca-the Fed Umumkan Berakhirnya Era Kebijakan Longgar

Kamis, 27 Januari 2022 | 07:54 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ilustrasi bursa saham.
Ilustrasi bursa saham. (AFP/Spencer Platt)

New York, Beritasatu.com - Dow Jones Industrial Average yang jatuh dalam perdagangan Wall Street yang bergejolak pada hari Rabu (26/1/2022), setelah Ketua the Federal Reserve Jerome Powell menyarankan bank sentral akan segera menaikkan suku bunga.

Dow Jones turun 129,64 poin, atau 0,4%, menjadi 34.168,09. Dow naik lebih dari 500 poin di tengah-tengah perdagangan, tetapi terkoreksi setelah pidato Powell. S&P 500 turun 0,2% menjadi 4.349,93. Nasdaq Composite relatif datar di 13.542,12, didukung oleh kinerja Microsoft.

Saham turun dari level tertinggi dan imbal hasil Treasury melonjak setelah Powell mengatakan pada konferensi pers ada "cukup banyak ruang" untuk menaikkan suku bunga sebelum merugikan pasar tenaga kerja. Powell juga mengatakan harga-harga dapat terus berjalan lebih tinggi karena "risiko inflasi masih mengarah ke atas."

Baca Juga: The Fed Indikasikan Stimulus Akan Berakhir, Suku Bunga Bakal Naik

ADVERTISEMENT

Benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun naik di atas 1,8% setelah komentar Powell karena para pedagang menganggapnya sebagai bank sentral mungkin lebih agresif dalam pengetatan kebijakan.

Dalam sebuah langkah yang sudah diperkirakan sebelumnya, the Fed mengatakan kenaikan 25 poin persentase untuk suku bunga pinjaman jangka pendek acuan akan datang. Ini akan menjadi kenaikan pertama sejak Desember 2018.

Selain itu, komite mencatat pembelian obligasi bulanan bank sentral akan dilanjutkan hanya sebesar $30 miliar pada bulan Februari, menunjukkan bahwa program ini diharapkan berakhir pada bulan Maret juga pada saat yang sama dengan kenaikan suku bunga.

Ketiga indeks utama masih di teritori negatif pada Januari. Nasdaq berada di wilayah koreksi, turun lebih dari 16% dari tertinggi intraday dan turun 13% untuk bulan ini. S&P 500 turun lebih dari 8% sejak awal tahun ini dan hampir 10% dari level tertingginya.

Sementara itu, investor mencerna laporan kuartalan yang kuat dari Microsoft dan hasil pendapatan perusahaan lainnya.

Saham Microsoft naik 2,9% setelah perusahaan mengeluarkan panduan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Laporan tersebut mendorong indeks utama dan sektor teknologi di awal sesi sebelum pernyataan Fed.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon