ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hunian Tetap Korban Bencana di NTB dan NTT Mulai Diserahkan ke Warga

Jumat, 25 Februari 2022 | 13:33 WIB
IM
FH
Penulis: Imam Muzakir | Editor: FER
Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja dan banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB)
Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja dan banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) (Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) secara bertahap telah menyelesaikan pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk mendukung penanganan permukiman terdampak bencana Badai Seroja dan banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana di Provinsi NTT dan NTB Kementerian PUPR Widiarto berpesan kepada pemerintah daerah dan masyarakat sebagai penerima manfaat untuk tetap menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan permukiman yang baru. Untuk menambah asri dan kenyamanan lingkungan kiranya dapat dilakukan penghijauan oleh masyarakat melengkapi yang sudah ada.

"Tempat tinggal yang layak huni nyaman, sehat, dan memberikan keamanan bagi penghuninya merupakan kebutuhan hakiki dalam meningkatkan harkat dan martabat manusia," kata Widiarto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga: Kempupera Percepat Pembangunan Hunian Tetap di NTT dan NTB

ADVERTISEMENT

Widiarto menjelaskan, dari 700 unit hunian tetap yang diprogramkan di Kabupaten Lembata, sebanyak 173 unit telah selesai dibangun di Desa Waisesa untuk merelokasi korban bencana dari Desa Tanjung Batu dan Desa Lamawara.

Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO) dari kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk kepada Kementerian PUPR dan dilanjutkan serah terima kunci oleh Pemda kepada warga.

"Semoga untuk lokasi yang lain yaitu Desa Tanah Merah dan Desa Podu dapat segera menyusul," lanjut Widiarto.

Baca Juga: Huntap Pascabencana NTT dan NTB Tuntas Maret 2022

Hunian tetap di Desa Waesesa, Kabupaten Lembata dibangun di atas lahan seluas 7,9 hektare (Ha) dengan luas tanah tiap rumah sekitar 108 meter persegi (m2).

Bangunan hunian tetap menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dengan tipe 36 yang merupakan teknologi konstruksi knock down sehingga dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.

Untuk menambah kenyamanan penghuni, di kawasan pembangunan huntap juga dilengkapi prasarana pendukung seperti jaringan air bersih dan sanitasi komunal, fasilitas umum dan fasilitas sosial (balai warga), jalan lingkungan dan drainase, sambungan listrik rumah dan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan tempat sampah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemkot Tangerang Dukung Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan

Pemkot Tangerang Dukung Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan

EKONOMI
Bangun Infrastruktur hingga 2029, RI Catat Funding Gap Rp 753 Triliun

Bangun Infrastruktur hingga 2029, RI Catat Funding Gap Rp 753 Triliun

EKONOMI
Menteri PUPR Minta Dukungan CSR BUMN Bangun Dapur Prototipe MBG

Menteri PUPR Minta Dukungan CSR BUMN Bangun Dapur Prototipe MBG

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon