ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sanksi Berlanjut, UE Akan Isolasi Rusia Secara Finansial

Sabtu, 26 Februari 2022 | 06:31 WIB
GS
WP
Penulis: Grace Eldora Sinaga | Editor: WBP
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berbicara dalam konferensi pers tentang Gerbang Global di markas besar Uni Eropa di Brussels, pada  Rabu 1 Desember 2021.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berbicara dalam konferensi pers tentang Gerbang Global di markas besar Uni Eropa di Brussels, pada Rabu 1 Desember 2021. (AFP/Kenzo TRIBOUILLARD)

Paris, Beritasatu.com- Uni Eropa (UE) akan memutuskan semua hubungan antara Rusia dan sistem keuangan global. Adapun menghapus Rusia dari sistem antarbank SWIFT menjadi upaya terakhir. Demikian dikatakan Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire pada Jumat (25/2/2022) beberapa jam setelah para pemimpin nasional Eropa menyetujui sanksi lanjutan terhadap pemerintah Rusia atas serangannya ke Ukraina.

"Kami ingin mengisolasi Rusia secara finansial, kami ingin mengeringkan pembiayaan," kata Le Maire saat para menteri keuangan Eropa bertemu di Paris untuk membahas langkah-langkah ekonomi, Jumat.

Baik Le Maire maupun Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan bahwa menghapus Rusia dari sistem SWIFT yang berbasis di Belgia tetap dalam pembicaraan. "Ini adalah pilihan terakhir, SWIFT, tetapi ini adalah salah satu opsi yang masih ada di atas meja," kata Maire.

Baca Juga: Hari Ke-3 Invasi Rusia di Ukraina, Ini Yang perlu Anda Tahu

ADVERTISEMENT

Namun Lindner bersikeras bahwa pihaknya sudah memiliki blokade lengkap terhadap bank-bank Rusia, yang berarti transaksi bisnis dengan Rusia bisa dikatakan telah dihentikan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (24/2/2022) menyampaikan reaksinya atas sanksi yang diputuskan UE, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara Barat lainnya. Ia mengatakan, tekanan pada pemerintah Rusia harus meningkat dari apa yang telah diumumkan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba memberi reaksi yang lebih eksplisit. "Siapa yang sekarang meragukan apakah Rusia harus dilarang dari SWIFT, harus memahami bahwa darah pria Ukraina yang tidak bersalah, wanita, dan anak-anak akan di tangan mereka," tulisnya di media sosial Twitter.

Sistem pesan SWIFT memungkinkan bank bertransaksi dengan cepat dan aman. Memutuskan Rusia dari sistem ini akan melumpuhkan kemampuannya melakukan perdagangan dengan sebagian besar wilayah dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Akhiri Kebuntuan, UE Sepakat Sanksi Pemukim Israel di Tepi Barat

Akhiri Kebuntuan, UE Sepakat Sanksi Pemukim Israel di Tepi Barat

INTERNASIONAL
Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

EKONOMI
Uni Eropa Diam-diam Perkuat Klausul 42.7, Geser NATO pada Masa Depan?

Uni Eropa Diam-diam Perkuat Klausul 42.7, Geser NATO pada Masa Depan?

INTERNASIONAL
Ini Alasan Kuat Mengapa Uni Eropa Diminta Boikot Dagang Israel

Ini Alasan Kuat Mengapa Uni Eropa Diminta Boikot Dagang Israel

INTERNASIONAL
Dinilai Dekat dengan Iran, Erdogan Tak Turut Diundang ke KTT Uni Eropa

Dinilai Dekat dengan Iran, Erdogan Tak Turut Diundang ke KTT Uni Eropa

INTERNASIONAL
Mendiktisaintek: Indonesia Perlu Bangun Tradisi Riset seperti Eropa

Mendiktisaintek: Indonesia Perlu Bangun Tradisi Riset seperti Eropa

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon