Sanksi Berlanjut, UE Akan Isolasi Rusia Secara Finansial
Sabtu, 26 Februari 2022 | 06:31 WIB
Iran telah terputus dari sistem ini di masa lalu karena program nuklirnya. Sementara pemerintah Rusia telah mengembangkan infrastruktur keuangan domestik untuk melawan ancaman itu, termasuk sistem SPFS transfer bank dan sistem pembayaran kartu Mir.
Memutuskan Rusia dari sistem dapat memperumit perdagangan dengan Eropa. Termasuk impor gas alam yang penting bagi pasokan energi benua tersebut, selain mempersulit pengiriman minyak.
Baca Juga: Lupakan Sejenak Invasi Rusia, Dow Naik 800 Terbaik Sejak 2020
Lindner menambahkan bahwa langkah lebih lanjut mungkin dilakukan, tetapi konsekuensinya harus dipertimbangkan. Idenya adalah menimbulkan konsekuensi pada ekonomi Rusia daripada menyebabkan kerugian bagi Eropa.
Konferensi tingkat tinggi (UE) dimulai Kamis malam waktu setempat. Di saat yang sama pemerintah Rusia mulai meledakkan target militer Ukraina, dengan mengirim tank dan pasukan terjun payung ke negara tetangganya yang mendukung Barat.
Sementara Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen mengatakan paket sanksi kedua menargetkan 70% pasar perbankan Rusia dan perusahaan milik negara utama, termasuk di bidang pertahanan.
Menurut daftar yang dibuat oleh komisinya, ada penambahan dua bank swasta Rusia yakni Alfa Bank dan Bank Otkritie ke entitas yang disetujui oleh UE. Pihaknya juga menyerukan agar Rusia dilarang menempatkan deposito lebih dari 100.000 euro (US$ 112.000) di bank-bank UE atau dari membeli sekuritas berdenominasi euro.
Von der Leyen mengatakan langkah-langkah itu akan meningkatkan biaya pinjaman Rusia, meningkatkan inflasi, dan secara bertahap mengikis basis industri Rusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




