Sandang Status BUMN Jadi Sentimen Positif BRIS
Minggu, 13 Maret 2022 | 17:09 WIB
Apresiasi Pasar
Sementara itu pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan BRIS hanya perlu menunggu apresiasi pasar. Terlebih, sejak resmi berdiri pada 1 Februari 2021 BSI mampu menunjukan kinerja impresif dan melakukan integrasi dengan baik. "BSI pernah sentuh level Rp 2.000-an. Artinya harga saat ini masih lebih rendah," katanya.
Investor, menurut Reza, masih menunggu kinerja BRIS pada tahun ini. Apabila bank dapat kembali membukukan pertumbuhan cemerlang, sentimen positif terhadap bank akan semakin kuat.
Baca Juga: Saham BRIS Berpotensi Kembali Tembus Level Rp 2.000
Hal senada disampaikan oleh President Director of CSA Institute Aria Santoso. Menurutnya kinerja positif BSI akan mendorong harga saham perseroan ke level Rp 2.000-an. Di luar dari kinerja perseroan, Aria menilai BSI memiliki prospek bisnis yang terbuka lebar.
Mengingat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi captive market yang sangat menjanjikan bagi pertumbuhan perseroan. "Selain itu, rencana pemerintah memperkuat industri keuangan syariah hingga industri halal nasional akan berpengaruh sebagai peluang meningkatnya aktivitas bisnis dan pertumbuhan nasabah," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




