PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis Kembangkan Panas Bumi
Selasa, 22 Maret 2022 | 13:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai bagian Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) membuka peluang kemitraan strategis dengan pihak lain guna mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).
"Untuk menyelesaikan isu-isu besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi diperlukan jaringan (networking) dan kemitraan," kata Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yuniarto dalam webinar belum lama ini seperti dikutip dalam keterangan yang diterima Selasa (22/3/2022).
Baca Juga: Realisasi Kinerja PGE di 2020 Lampaui Target
Menurut Ahmad Yuniarto, tak satu pun perusahaan yang mampu menghadapi persoalan besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi sendirian. "Syaratnya, kemitraan strategis itu harus bisa memberikan keuntungan kepada kedua pihak, serta menciptakan nilai tambah bagi bumi, dunia, dan masa depan yang lebih baik," kata Ahmad.
Ahmad menyebut tiga area yang memungkinkan dilakukan kerja sama yakni Co-generation, Co-production, dan Co-development. Pembangkitan bersama bisa dilakukan melalui optimalisasi uap air panas (steam brines to green power) guna melahirkan listrik ramah lingkungan (green electricity). Selain itu, kata Ahmad, ada empat bidang yang bisa dikerjakan bersama-sama (Co-production), yaitu pemanfaatan CO2 untuk bahan bakar alternatif; ekstraksi nano material; green hidrogen sebagai bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan; dan green metanol. Sementara pengembangan bersama (Co-development) bisa dilakukan untuk membangun geo-eco tourism dan geo-agro industry. "Pada prinsipnya, operasi PGE harus efisien, termasuk dalam memanfaatkan waste," kata dia.
Baca Juga: ESDM: Insentif Pengembangan Panas Bumi Paling Lengkap
Dalam menjalankan bisnisnya, kata Ahmad, PGE juga berkomitmen mengembangkan panas bumi sekaligus memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG). Penerapan aspek ESG ini merupakan upaya memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan ramah lingkungan khususnya panas bumi.ang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,5 juta ton CO2 per tahun.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, saat ini Indonesia memiliki cadangan panas bumi sebesar 23,7 GW. Berdasarkan data ThinkGeoEnergy 2022, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di seluruh dunia mencapai 15.854 MW. Indonesia dengan kapasitas pembangkit sebesar 2.276 MW pada 2021 merupakan negara dengan kapasitas pembangkit terbesar kedua setelah Amerika Serikat sebesar 3.722 MW. Indonesia sudah melampaui Filipina sebesar 1.918 MW.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




