Industri Reksa Dana Diproyeksikan Masih Tumbuh, Ini Alasannya
Selasa, 22 Maret 2022 | 19:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com— Industri reksa dana diproyeksikan masih bertumbuh pada tahun ini seiring pemulihan ekonomi. President Director Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengatakan, pihaknya optimistis terhadap pertumbuhan industri reksa dana pada 2022 seiring antusiasime investor Indonesia yang semakin besar terutama ritel. Optimisme ini juga didukung produk domestik bruto (gross domestic bruto/GDP) Indonesia yang diperkirakan semakin besar sejalan siklus harga komoditas.
"Dengan adanya sentimen tersebut, kami berharap dapat menambah jumlah investor dan dana kelolaan Manajer Investasi (MI) ke depannya," ujar Jemmy dalam Awarding Best Mutual Fund 2022 yang diselenggarakan oleh Majalah Investor dan Infovesta Utama, Selasa (22/3/2022).
Baca Juga: Perhatikan Delapan Isu Ini agar Reksa Dana Bertumbuh Sehat
Meski bertumbuh, Jemmy menilai pemahaman masyarakat pada produk reksa dana masih minim. Ke depan, investor diharapkan bisa mendalami berbagai edukasi yang dilakukan MI untuk menentukan tujuan investasi.
Direktur Utama Trimegah Asset Management Anthony Dirga mengatakan tantangan di industri reksa dana Indonesia cukup banyak, meskipun pertumbuhan jumlah investor sangat baik, di mana saat ini sudah mencapai 7,5 juta. Sayangnya pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) dan unit penyertaan belum begitu tinggi. "Salah satu tantangan industri reksa dana adalah jangka waktu investor berinvestasi di produk ini, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Secara garis besar, negara kita membutuhkan perkembangan yang lebih lanjut lagi," ujar dia.
Menurut hasil riset Trimegah Asset Management, Indonesia perlu mencapai GDP per kapita sekitar US$ 5.000. Saat ini Indonesia masih di kisaran US$ 4.100 - US$ 4.200. Sehingga membutuhkan 4-5 tahun lagi untuk mencapai posisi US$ 5.000, dan akhirnya industri reksa dana bisa tumbuh secara eksplonansial.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Infovesta Utama Parto Kawito menyampaikan, AUM total industri reksa dana (di luar jenis pernyataan terbatas dan USD) tumbuh tipis sepanjang 2021 sebesar 0,03% menjadi Rp 553,60 triliun. Kenaikan ditopang AUM dari reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. "Pasar uang dan pendapatan tetap pertumbuhannya cukup tinggi seiring dengan return-nya. Sementara efek bersifat ekuitas itu tumbuh negatif," ujar dia.
Baca Juga: Manajer Investasi Berjuluk "Tangan Dewa", Citra Ini Harus Dijaga
Sebagai informasi, Majalah Investor dan Infovesta menyelenggarakan Awarding Best Mutual Fund 2022. Parto menyampaikan, metode pemeringkataan dalam penghargaan kali ini sedikit berbeda. "Penghargaan kali ini mengambil fokus pada Infovesta 90, artinya 5% teratas dan 5% terbawah kita hilangkan," ujar dia.
Untuk pemeringakatan reksa dana, dilakukan berdasarkan kinerja historis, seperti 1,3,5,10 tahun terakhir untuk reksa dana. Hal ini tujuannya untuk memberikan informasi bagi calon nasabah, sebagai salah satu pertimbangan dalam memiliki reksa dana yang sesuai dengan profil risikonya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




